Rabu, 23 Januari 2013

Mengapa Jumlah Ayat di Al Qur'an Menurut Para Ulama Berbeda-beda?

Para Penghujat dan Penggugat Islam dari Aktifis faithfreedom maupun para misionaris Kristen dalam berbagai kesempatan sering mempermasalahkan jumlah ayat dalam Alqur'an, dengan adanya perbedaan pendapat para ulama tentang ayat Alqur'an, mereka menuduh bahwa ayat-ayat Alqur'an banyak yang hilang.

dan berikut ini salah satu contoh gugatan mereka :


Alquran dulu mempunyai 6666 ayat dan 30 Jus. Tapi sekarang menjadi 6236 ayat sesuai dgn pandangan Hafsah ulama Kufah.

Di Mekkah sesuai dengan pandangan IBNU KATSIR menafsir ada 6220 ayat

Minggu, 07 Oktober 2012

Menjawab Seputar Pernikahan Rasulullah dengan Shafiyyah

 Oleh :Muhammad Rizki

Salah satu gugatan dan hujatan para Kufar adalah terkait denga Pernikahan Rasulullah Shollallahu alaihi wassalam dengan Shafiyyah binti Huyai. dan Gugatan dan hujatan tersebut bahwa nabi SAW melakukan perzinahan/pemerkosaan sebelum ia menikahi Shafiyyah binti Huyai.

“Safiyah dilahirkan di Medina. Ia berasal dari suku Yahudi Banu I-Nadir. Ketika suku ini diusir dari Medina tahun 4 AH, Huyai adalah salah… satu dari orang-orang yang menetap di wilayah subur Khaibar bersama Kinana Ibn al-Rabi’ yang menikahi Safiyah sesaat sebelum Muslim menyerang Khaibar. Ia berumur 17 tahun. Sebelumnya ia adalah istri dari Sallam Ibn Mishkam yang menceraikannya. Disinilah, satu mil dari Khaibar, Nabi menikahi Safiyah. Dia dipelihara dan dirawat untuk Nabi oleh Umm Sulaim, ibu dari Anas Ibn Malik. Mereka menginap disana. Abu Ayyub al-Ansari menjaga tenda Nabi sepanjang malam. Pada saat subuh, Nabi yang melihat Abu Ayyub berjalan hilir mudik itupun bertanya kepadanya apa maksudnya, dan ia menjawab: “Saya khawatir akan engkau karena  perempuan muda itu. Engkau telah membunuh ayahnya, suaminya, dan banyak dari keluarganya, dan dia juga masih seorang kafir. Saya sungguh khawatir terjadi apa-apa karena dia. Nabipun mendoakan Abu Ayyub al-Ansari (Ibn Hisham, p.766). Safiyah telah meminta kepada Nabi untuk menunggu hingga ia telah lebih menjauh dari Khaibar. “Kenapa?” tanya Nabi. “Saya mengkhawatirkan engkau karena orang-orang Yahudi yang masih dekat dengan Khaibar!”

JAWABAN:

Kisah di atas adalah sebuah ringkasan sejarah tentang pasca penaklukkan Khaibar. Entah dasar dari mana, penuding mengartikan literatur di atas, bahwa nabi SAW memiliki sifat tercela seperti (fitnah mereka terhadap) nabi telah melakukan perzinahan atau bahkan pemerkosaan kepada Shafiyyah sebelum beliau SAW mengambilnya jadi istri. Semoga Allah melaknat (mereka) para pendengki dan penghujat agama yang lurus dan nabi yang mulia ini.
Mari perhatikan kata per kata dari literatur tabaqat yang dijadikan rujukan tersebut, lalu kita sejenak berhenti pada kalimat:

Kamis, 16 Agustus 2012

Menikahi Budak dan Menikahi Tahanan Wanita



Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.(23:5-6)



Misionaris dan orientalis selalu mencemooh kaum muslimin yang dipandang barbar karena membolehkan seorang majikan menggauli budaknya, bahkan banyak kaum muslimin sendiri memandang peristiwa pemerkosaan tenaga kerja wanita di arab adalah permasalahan budaya yang di akibatkan oleh diperbolehkannya kaum muslimin untuk memperkosa budak, dan dalam hal ini pembantu bisa dipandang sebagai sama derajatnya dengan budak itu sendiri. Pandangan subyektif sepeti ini sebenarnya lahir dari pemahaman yang rendah dan membabi buta tanpa mempelajari esensi hubungan budak dengan majikannya didalam Islam, ditambah lagi kurangnya informasi akan kondisi sosial budaya pada masyarakat arab sekarang yang berada dalam kondisi yang jauh dari islam, dimana pada kondisi sekarang arus informasi yang tidak diproteksi secara tegas dan cermat oleh pemerintahan pada dunia arab telah membawa tsunami baru bagi kebudayaan masyarakat arab yang tadinya dekat kepada Islam menjadi menjauh dan terombang ambing didalam arus budaya masyarakat barat yang cenderung permisif dan jauh dari nilai-nilai Islam, dan disinilah proses akumulasi budaya yang merusak yang dihasilkan dari arus teknologi seperti parabola dan internet yang dimakan mentah-mentah oleh masyarakat arab mencapai puncaknya dengan munculnya pusat-pusat protitusi di negara negara arab bahkan arab saudi sendiri, sampai pada tingkat pemerkosaan dan biasanya mereka mencari korban yang paling lemah, dan tenaga kerja wanita yang umumnya menjadi pembantu rumah tangga lebih banyak dalam kondisi ini, dan dapat dipahami bagaimana pemerkosaan terhadap tenaga kerja wanita termasuk yang berasal dari Indonesia diantaranya.

Senin, 06 Agustus 2012

Benarkah Rasulullah Pernah Menipu Pedagang Unta?

Oleh :Hanina Syahiedah & Id Amor

Ketika kebencian dan kedengkian lebih menguasai pikiran dan hati,maka apapun terlihat olehnya adalah serba buruk dan negatif,bahkan apa yang mereka simpulkan terbalik 180 derajat dari Fakta yang ada.

Salah satu contoh bagaimana Kebencian dan kedengkian menguasai pikiran para penghujat dan penggugat Islam adalah mereka berusaha mencari pembenaran terhadap apa yang mereka simpulkan.

dan dalam topik ini Para penghujat Islam menjudge Nabi Muhammad saw sebagai orang yang menipu Pedagang Unta dengan menggunakan dasar tuduhan hadist ini:
Sahih Bukhari Volume 003, Book 047, Hadith Number 780. Sahih Bukhari Book 47.. Nabi mengambil unta usia khusus dari seseorang secara kredit. Pemiliknya datang dan menuntut kembali (kasar). Nabi berkata, "Tidak diragukan lagi, dia yang berhak, bisa menuntutnya." Lalu Nabi memberinya unta tua dari untanya dan berkata, "Yang terbaik diantara kamu adalah dia yang membayar kembali utang-utangnya dengan cara yang paling tampan."..


Hujatan ini beredar luas diberbagai forum diskusi,dan seringkali disampaikan oleh kalangan misionaris Kristen

Tanggapan Kami:

1.Menjawab tuduhan tersebut maka langkah pertama yang kita lakukan adalah melakukan pengecekan terhadap Dasar argumentasi yang dijadikan bukti hujatan mereka

Minggu, 29 Juli 2012

Benarkah Islam Mengajarkan Suami Berbuat Keji terhadap Istrinya

 Oleh : Hanina Syahiedah

Penghujat dan Penggugat Islam said:
Muslimah: Agama yg berperasaan itu agama yg mengajari perempuan mengerti kebutuhan suami. Sakit seumur hdup, suami yg punya nafsu sex tinggi,tu bgaimana??? Logikanya sanggup apa tidak menahan hasrat nya itu. Kalo istri punya perasaan tentu tidak akan membiarkan suaminya haus sex dan melakukan onani stiap hari, aq jadi kasian sama duladi.


Penghujat dan Penggugat Islam:
Agama yg berperasaan tidak hanya mengajari perempuan harus bagaimana, tapi juga mengajari laki-laki harus bagaimana.

Faktanya Islam hanya mengajari perempuan harus bagaimana agar supaya laki-laki girang, namun sebaliknya, Islam justru mengajari laki-laki bagaimana caranya agar istri KETAKUTAN DIKHIANATI dan KETAKUTAN DIPUKULI.

Islam membolehkan pria melakukan 5 perbuatan keji berikut:

1) BOLEH KAWIN LAGI DENGAN WANITA LAIN (QS 4:3)

2) BOLEH MEMELIHARA BUDAK SEKS & MENGGAULINYA (QS 4:3, QS 23:5-6)

3) BOLEH PUKUL ISTRI (QS 4:34)

4) BOLEH MENGURUNG ISTRINYA HINGGA ISTRINYA WAFAT (QS 4:15)

5) BOLEH MENCAMPAKKAN ISTRI & MENGGANTINYA DG WANITA LAIN (QS 4:20)

Jika Islam memang bukan geng "setan" melainkan AGAMA PEMUJA TUHAN yg ajaran-ajarannya berasal dari Tuhan,

Jika Islam memang bukan PRODUK GAGAL buatan laki-laki playboy nan egois, Jika Islam memang "agama" yg berperasaan,

Tentunya Islam TIDAK AKAN MEMBOLEHKAN 5 perbuatan keji di atas dilakukan oleh pria.

Tapi kenyataannya ISLAM JUSTRU MEMPERBOLEHKAN. dst......


Tanggapan saya:

Penghujat dan Penggugat Islam memahami Islam tidak menggunakan otak yg waras tapi dg kebencian seorang kafir, dimana jika kebencian sudah merasuk maka mata hati akan buta, telinga akan tuli, & mulutpun hanya akan bicara keji.

Senin, 09 Juli 2012

Terungkap ,Klaim Ali Sina Lebih Keblinger dari Pengikutnya

Kalau tulisan tulisan sebelumnya lebih banyak menanggapi tuduhan tuduhan yang disampaikan oleh Antek antek atau kaki tangannya  maka  InsyaAllah Penulis berencana akan menyampaikan beberapa pembahasan secara serial,khusus untuk menjawab tulisan tulisan Ali Sina. dan pada tulisan awal ini akan membahas tentang klaim dari Ali sina.

Dalam Tulisan sebelumnya kami sudah mengungkap
,yaitu menggunakan data statistik adanya penurunan persentase umat Islam di Indonesia diklaim sebagai hasil dari keberadaan Faithfreedom di Indonesia,ternyata Pemimpin dan Pendiri situs tersebut membuat klaim yang lebih parah lagi.seberapa parahnya klaim tersebut,penulis coba akan mengulas Klaim Keblinger Tokoh sekaligus Pendiri Faithfreedom Indonesia,yaitu orang yang menggunakan Nickname Ali Sina dan mengaku aku sebagai Murtadin dan berasal dari Negara Iran.

Minggu, 24 Juni 2012

Menjawab Soal Silsilah Nabi Muhammad Saw

Di berbagai kesempatan diskusi lintas Agama, salah satu pertanyaan yang diajukan oleh kalangan penghujat dan misionaris adalah tentang silsilah Nabi Muhammad saw.


Mereka sering menuntut sebuah penjelasan tentang silsilah Nabi Muhammad saw adalah keturunan nabi Ismail as.

Hal yang sangat perlu diketahui oleh kita semua adalah, bahwa dasar keimanan seorang Muslim dasarnya bukanlah nabi Muhammad saw itu keturunan Ismail as atau bukan. Tidak sebagaimana mereka yang menjadikan silsilah Yesus sedemikian penting untuk ditunjukan bahwa Yesus adalah Keturunan Nabi Daud as. menjadi bagian dari isi kitab suci mereka, yang mereka klaim bahwa penulis Bible mendapatkan bimbingan Roh kudus.