FFI PILIH ARGUMENTASI ATAU AROGANSI?

FFI PILIH ARGUMENTASI ATAU AROGANSI?
sejak mulai aktif posting di FFI ini..setidaknya penulis pernah membuat 3 topik yang disengaja.

1. FFI bukan forum Kristen,jadi forum apa?
2. Tantangan buat mama murtad dan pendukungnya
3. mengapa signature marto dihapus

topik pertama bernasib dihilangkan.. hanya hitungan tidak lebih dari dua hari ...tanpa tahu apa alasannya

topik kedua bernasib dikunci..hanya hitungan tidak lebih 6 jam setelah topik dibuat,yang alasannya memperpanjang OOT = topik baru dibuat tapi sudah langsung dituduh OOT

topik ketiga kembali dikunci dengan postingan tanggapan harus dibuang ke sampah.

tujuan penulis membuat topik adalah untuk lebih mengedepankan argumentasi...
= dalam hal ini penulis kalau ada postingan penulis yang kurang tepat / tidak benar, bisa ditunjukan dimana kesalahannya.

dan tentu saja penulis melakukan sesuatu punya dasar argumentasinya...

maka yang terjadi adalah topik tersebut merupakan jalan untuk berdiskusi = saling menyampaikan argumentasi masing-masing!

tetapi kalau topik sebagai pembuka diskusi harus di hilangkan,dikunci dalam waktu singkat maka FFI forum diskusi atau forum arogansi ?

yang lebih mengedepankan kekuatan 'kekuasaan' bukan kekuatan argumentasi?

atau kalau diringkas lebih mengedepankan arogansi kekuasaan?

topik yang ketiga ditempatkan di tempat saran dan kritik = netter sebagai subyek dan pengelola sebagai obyek 'kritikan'

sebuah tempat yang menunjukan ' kelapangan dada pengelola' tetapi kalau saran dan kritik begitu mudahnya dibuat 'bonsai' maka ruang yang disiapkan ini hanya ruang 'seakan-akan' siap menerima saran dan kritik?

bukan ruang yang sesungguhnya yang memberi tempat kepada siapapun diperbolehkan membuat kritikan dan saran? = yang pengelola siap betul dengan argumentasi-argumentasi bahwa segala tindakannya punya alasan kuat?

dan apakah topik ini juga akan bernasib sama?
maka pilihan moderator/pengelola FFI akan jelas..
dan akan membuktikan memilih argumentasi atau arogansi?

kemudian ada yang coba menanggapi topik yang dibuat penulis

foxhound wrote


Baidewei... postingan anda ini bentuk argumentasi atau arogansi?

****
marto menjawab


kalau menurut anda bagaimana?
*****

Foxhound wrote:
1. Tanya dibalas tanya... ciri-ciri orang tidak mampu berargumentasi... so.. yang tersisa?

2. Penjelasan sudah diberikan (oleh admin), tidak dibaca, malah nerocos terus, ndak terima, ngoceh terus... bukanlah suatu argumentasi... so.. yang tersisa?

3. Tidak mau melihat kesalahan diri sendiri sebagai bekal supaya bisa mempertahankan opini pribadi dengan baik dan tidak blunder, malah ignore itu semua tidak perduli orang komentar apapun... bukanlah suatu tindakan ber-argumentasi.... so... yang tersisa?
****

point 1.. apa salahnya dengan membalikan pertanyaan?
marto ingin tahu dulu seperti apa penilaian anda terhadap topik yang dibuat marto...

dengan logikan yang sama.. topik yang dibuat marto adalah mempertanyakan tindakan pengelola didasari argumentasi atau arogansi..

tetapi anda justru balik bertanya kepada marto.
jadi dalam hal ini siapa yang tidak mampu berargumentasi? Cool

ada yang tersisa dari anda?

point 2. sudahkan anda baca tanggapan marto selanjutnya? yang dibuang admin sampah?

tindakan ini berdasarkan argumentasi atau arogansi?
jelas sekali saya sudah membaca dan memperhatikan penjelasan yang diberikan admin karena memberi tanggapan balik...

kalau anda belum baca tanggapan marto ....maka siapa yang pantas disebut nerocos terus tanpa mengetahui persoalan yang sebenarnya?

ada yang tersisa?

point 3 siapa yang pantas disebut seperti itu..

marto buat signature yang kebetulan dipostingkan diforum lain karena topik di forum ini dihilangkan...

kalau seandainya topik yang dibuat marto tidak dihilangkan..atau kalaupun dihilangkan ada penjelasan yang argumentatif...maka tak perlu marto membuat signature yang menyertakan forum lain..

ada yang tersisa dari argumentasi anda?
***


beberapa menit kemudian topik tersebut dibuang kesampah = pengelola FFI sudah memberikan jawabannya bahwa ia memilih arogansi kekuasaan setelah tak mampu beradu argumentasi dengan penulis.

0 comments: