Antek FFI bertanya Muslim menjawab (1)

Antek FFI :

Bbrp kelakuan/moral/sunnah muhammad yg menjadi pertanyaan di jaman skrg:
- bininya seabreg
- mengawini anak2 umur 9 taun
- menggauli tanpa nikah maria budak hafsah yg cantik jelita


muslim menjawab :

memperhatikan perilaku netter Kristen yang suka meributkan persoalan di atas.

1. sering meributkan soal istri yang banyak pada Muhammad saw tetapi membutakan mata terhadap Salomo yang beristri 'biangnya seabrek'

2. meributkan soal pernikahan dengan Aisyah (yang soal umur tersebut masih 'diperdebatkan') tetapi membutakan mata terhadap berapa usia Maria (yang sekitar 12 tahun ) yang dinikahi Yusuf (sekitar 90 tahun)

3. meributkan soal maria budak Hafsah tetapi mereka membutakan terhadap AbrahAm yang punya 2 gundik (versi alkitab) dan yakub yang menggauli Budaknya, yang akhirnya melahirkan beberapa 'suku utama' diantara orang Israel.

jadi jelas orang yang meributkan demikian hanya orang-orang yang suka menerapkan standar ganda

untuk lebih jelas mengenai persoalan diatas

point 1 dan 3 tercatat didalam alkitab

sedangkan point no 2 link ini bisa bermanfaat

untuk linknya bisa dibaca disini

http://www.newadvent.org/cathen/08504a.htm

...
Mary, then twelve to fourteen years of age. Joseph, who was at the time ninety years old, went up to Jerusalem among the candidates...that St. Joseph was an old man at the time of marriage with the Mother of God.
....

untuk lebih jelas lagi juga bisa baca disini

http://datakristen.blogspot.com/2007/09/apakah-yusuf-suami-maria-pedofilia.html

topik tersebut coba dijawab oleh david, netter FFI

http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=28799&sid=9146c42c2106b7a5468891590e43f154


argumentasi bantahannya adalah "kamu juga'

david salah memahami masalah tersebut, dalam hal ini muslim tidak berargumentasi "kamu juga' tetapi kalau "muhammad dipersoalkan kenapa mereka membutakan diri terhadap 'orang-orang pilihan' lainnya yang melakukan seperti Muhammad?

jadi asumsi pembelaan muslim yang dianggap Maling kemudian membela diri 'dia maling juga' adalah salah besar, yang tepat kalau mereka menganggap "muslim maling" maka apakah ia juga berani menyatakan kalau manusia-manusia Pilihan Tuhan itu juga "maling"?

antek FFI mencoba membela peryataannya:


tapi mereka kan bukan orang berakhlak mulia?


Muslim menjawab :


apakah Abraham, Salomo, Yusuf suami Maria adalah orang-orang bejat menurut 'yang ngeles'?
bukan manusia-manusia pilihan Tuhan?


antek FFI :

Waktu muhammad ngomong kristen & yahudi itu = babi & monyet itu menghina ga ya ???


Moslem menjawab :

waktu Yesus mengatai orang Farisi dan Saduki sebagai keturunan ular beludak ,itu menghina nggak ?
kalau ALkitab tertulis Yahudi tidak lebih baik dari Lembu itu menghina ttidak yach?
sekali lagi apa yang mempersoalkan masalah tersebut tidak sedang menggunakan standa ganda?

Ini maksud ente muhammad memakai kekerasan utk membela diri khan? Tapi bahkan setelah muhammad mempunyai kedudukan yg kuat & mempunyai banyak pengikut, kekerasan muhammad makin menjadi2.

Muhammad & tentaranya memerangi negara2 kapir tetangganya yg ga mau masuk islam. Banjir darah lagi, ck ck

sewaktu Musa mempunyai kedudukan kuat dan banyak pengikut ia menggunakan kekerasan atau tidak?

memerangi negara-negara tetangga atau tidak?

jadi yang seperti Musa itu Yesus atau Muhammad?


maka ia sedang menggunakan standar obyektif atau standar ganda, dengan membutakan diri terhadap 'perilaku Musa' dan yang tercatat didalam alkitab?

kalau mau menuduh dan mempertanyakan 'mikir' dahulu standar yang anda gunakan tersebut standar Obyektif atau standar kaca-mata Kuda!

= standar yang anda gunakan standar tinggi atau standar 'rendahan'?

kembali ke pertanyaan Antek FFI sebelumnya

===
- bininya seabreg
===

Muslim menjawab :

Rasulullah menjalani monogami—tidak menikah lagi—selama 25 tahun bersama Khadijah. Tidak ada satu pun petunjuk bahwa selama bersama Khadijah, Rasulullah pernah menyatakan niat untuk melakukan poligami atau tergoda dengan perempuan lain. Kesetiaan terhadap Khadijah dijalaninya selama 25 tahun masa pernikahan hingga Khadijah wafat.

Jika Rasulullah mau poligami di masa itu, di saat masih muda dan prima, tentu Rasulullah akan mudah untuk melakukannya. Terlebih sejumlah pemimpin suku Quraisy pernah merayu Beliau dengan tawaran perempuan-perempuan paling cantik seantero Arab sekali pun agar Rasulullah mau menghentikan dakwahnya. Tawaran yang di saat sekarang ini sangat menggiurkan, sebuah tawaran yang banyak sekali membuat pejabat, Raja, Presiden, dan bangsawan jatuh dari kursi kekuasaannya, tidak membuat Rasulullah bergeming. Rasulullah tetap setia pada Khadijah dan Dakwah Islam.

Ketika Khadijah wafat di kala Rasulullah berusia 50 tahun, beberapa waktu dilalui Rasulullah dengan menduda. Barulah di saat usia beliau menginjak 51 atau dilain kisah ada yang menulis 52 tahun, maka Rasulullah mengakhiri masa dudanya dengan menikahi Aisyah yang baru berusia 9 tahun (ada catatan lain yang mengatakan Aisyah ketika dinikahi Rasulullah berusia 19 tahun). Namun pernikahan dengan Aisyah ini baru disempurnakan ketika Beliau hijrah ke Madinah.

Setelah dengan Aisyah, Rasulullah yang telah berusia 56 tahun menikah lagi dengan Saudah binti Zam’ah, seorang janda berusia 70 tahun dengan 12 orang anak. Setelah dari Saudah, Rasulullah kembali menikah dengan Zainab binti Jahsyi, janda berusia 45 tahun, lalu dengan Ummu Salamah (janda berusia 62 tahun). Di saat berusia 57 tahun, Rasulullah kembali menikahi Ummu Habibah (janda 47 tahun), dan Juwairiyah binti Al-Harits (janda berusia 65 tahun dengan telah punya 17 anak).

Setahun kemudian Rasulullah kembali menikahi Shafiyah binti Hayyi Akhtab (janda berusia 53 tahun dengan 10 orang anak), Maimunah binti Al-Harits (janda berusia 63 tahun), dan Zainab binti Harits (Janda 50 tahun yang banyak memelihara anak-anak yatim dan orang-orang lemah).

Setahun kemudian, Rasulullah menikah lagi dengan Mariyah binti Al-Kibtiyah (gadis 25 tahun yang dimerdekakan), lalu Hafshah binti Umar bin Khattab (janda 35 tahun, Rasulullah berusia 61 tahun), dan ketika berusia 61 tahun itulah Rasulullah baru menyempurnakan pernikahannya dengan Aisyah, saat mereka telah hijrah ke Madinah.

Dalam setiap pernikahan poligami yang dilakukan Rasulullah SAW terdapat keistimewaan-keistimewaan dan situasi khusus sehingga Allah mengizinkan Beliau untuk itu. Dari segala catatan yang ada, tidak pernah ada satu catatan pun yang menyatakan bahwa pernikahan poligami yang dilakukan Rasulullah disebabkan Rasulullah ingin menjaga kesuciannya dari perzinahan atau dari segala hal yang berkaitan dengan hawa nafsu. Maha Suci Allah dan Rasul-Nya.

Antek FFI
===

menggauli bocah 9 tahun
=====

Muslim menjawab :


Allah SWT memerintahkan langsung kepada Rasululah SAW agar menikahi gadis ini. Pernikahan Rasululah dengan Aisyah r. A. Merupakan perintah langsung Allah SWT kepada Rasulullah SAW lewat mimpi yang sama tiga malam berturut-turut (Hadits Bukhari Muslim). Tentang usia pernikahan Aisyah yang katanya masih berusia 9 tahun, ini hanya berdasar satu hadits dhaif yang diriwayatkan oleh Hisyam bin ‘Urwah saat beliau sudah ada di Iraq, dalam usia yang sangat tua dan daya ingatnya sudah jauh menurun. Mengenai Hisyam, Ya’qub ibn Syaibah berkata, “Apa yang dituturkan oleh Hisyam sangat terpercaya, kecuali yang dipaparkannya ketika ia sudah pindah ke Iraq. ” Malik ibnu anas pun menolak segala penuturan Hisyam yang sudah berada di Iraq.

Oleh para orientalis, hadits dhaif ini sengaja dibesar-besarkan untuk menjelek-jelekan Rasulullah SAW.

Menurut beberapa kajian-kajian semacam al-Maktabah Al-Athriyyah (jilid 4 hal 301) dan juga kajian perjalanan hidup keluarga dan anak-anak dari Abu Bakar Ash-Shiddiq, maka akan diperoleh keterangan kuat bahwa Asiyah sesungguhnya telah berusia 19-20 tahun ketika menikah dengan Rasululah SAW. Suatu usia yang cukup matang untuk menikah.


antek FFI
=====
memerintahkan pembunuhan thd kapir yg menolak islam

====

Muslim menjawab :

Al-Qur'an;

Bahwasanya, barangsiapa membunuh suatu jiwa, padahal dia tidak membunuh jiwa atau tidak membuat kerusuhan di permukaan bumi, maka seolah-olah dia telah membunuh manusia seluruhnya." (al-Maidah: 32)

Muhammad SAW;

"Barangsiapa membunuh seorang kafir ahdi, maka dia tidak akan mencium bau sorga, sedang bau sorga itu tercium sejauh perjalanan 40 tahun." (Riwayat Bukhari dan lain-lain)

Muhammad SAW;

"Barangsiapa membunuh seorang laki-laki dari ahli dzimmah, maka dia tidak akan mencium bau sorga." (Riwayat Nasa'i)


antek FFI
===
ngembat zainab mantunya sendiri
====

Pada awalnya, Zainab di lamar-kan oleh Rasulullah sendiri untuk anak angkatnya Zaid bin Haritsah.

Zaid yang asalnya hanya seorang budak belian, memiliki kulit yang hitam, dan hidungnya tidak begitu mancung.

Rasulullah bersabda kepada Zainab, "Aku rela Zaid menjadi suamimu". Maka Zainab berkata: "Wahai Rasulullah akan tetapi aku tidak berkenan jika dia menjadi suamiku, aku adalah wanita terpandang pada kaumku dan putri pamanmu, maka aku tidak mau melaksanakannya. Maka turunlah firman Allah (artinya):

"Dan Tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan–urusan mereka. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata". (Al-Ahzab:36).

Akhirnya Zainab mau menikah dengan Zaid karena ta’at kepada perintah Allah dan Rasul-Nya, konsekuen dengan landasan Islam yaitu tidak ada kelebihan antara orang yang satu dengan orang yang lain melainkan dengan takwa.

Akan tetapi kehidupan rumah tangga tersebut tidak harmonis, ketidakcocokan mewarnai rumah tangga yang terwujud karena perintah Allah yang bertujuan untuk menghapus kebiasaan-kebiasaan dan hukum-hukum jahiliyah dalam perkawinan.

Tatkala Zaid merasakan betapa sulitnya hidup berdampingan dengan Zainab, beliau mendatangi Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam mengadukan problem yang dihadapi dengan memohon izin kepada Rasulullah untuk menceraikannya. Namun beliau bersabda: "Pertahankanlah istrimu dan bertakwalah kepada Allah".

namun, pernikahan tidak dapat dipertahankan dan akhirnya perceraian ter-jadi juga.

Kemudian Allah memerintahkan kepada beliau untuk menikahi Zainab untuk merombak kebiasaan jahiliyah yang mengharamkan menikahi istri Zaid yang anak angkat, sebagaimana anak kandung.

Maka Allah ‘Azza wajalla menurunkan ayat-Nya:

"Dan (ingatlah) ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya:"Tahanlah terus istrimu dan bertakwalah kepada Allah", sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih kamu takuti. Maka tatkala Zaid yang telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk mengawini ( istri-istri anak-anak angkat itu ) apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi". (Al-Ahzab:37).




sumber : jawaban sdr Id amor dan Panda diforum : answering-ff.org terhadap pertanyaan F22 (salah satu antek FFI)

0 comments: