Antek FFI bertanya Muslim menjawab (8)

Antek FFI bertanya :

Ketika Gerard Puin ingin meneliti lebih lanjut manuskrip quran tertua di Yaman, kenapa dia langsung diusir oleh pemerintah yaman? Bukankah ini merupakan kesempatan emas buat muslim utk membuktikan kalo quran tidak berubah, manuskrip quran di yaman ini = quran jaman skrg?

Muslim menjawab

Gerd A. Puin mengklaim bahwa dia telah menemukan manuskrip lama di Yaman yang kononnya mengandungi qiraah yang lebih awal dari qiraah tujuh yang terkandung dalam Mushaf Utsmani. Manuskrip tersebut mengandungi qiraah yang lebih banyak dari qiraah tujuh, sepuluh , atau empat belas .

Pendapat Puin tidak mempunyai landasan yang kokoh. Banyaknya qiraah yang terdapat dalam manuskrip itu tidak semestinya benar, karena qiraah tersebut sudah memuat qiraah yang qiraah yang syadh (ganjil, menyimpang) ataupun mawdu (palsu). Jadi, qiraah yang ada dalam manuskrip itu adalah lemah (daif).

Al-Quran bermula dari bacaan (qiraah) yang diperdengarkan, baru kemudian tulisan (rasm) mengikutinya. Prinsip yang telah disepakati para ulama Islam sepanjang masa adalah tulisan mengikuti periwayatan (al-rasm tabi li al-riwayah). Inilah syarat utama bagi sah dan diterimanya sesuatu qiraah , yaitu ia harus sesuai dengan riwayah.


Pengusiran Puin dari Yaman adalah sepenuhnya otoritas dari pemerintah Yaman. saya tidak bisa memberi komentar apa-apa mengenai hal ini.
Ini bisa jadi dilakukan untuk menghindari kontroversi yang bisa terus membesar dan ingat, ummat tidak lah seluruhnya dapat menerima perbedaan tanpa anarkisme, ada golongan garis keras yang tidak mentolerir beberapa hal yang kontroversial.

Puin pula yang melanjutkan pemikirannya dan mendakwa bahwa qiraah yang ditemukan dalam manuskrip Sana’a itu mempunyai nilai yang tinggi, karena semata-mata hal itu bersumber dari manuskrip lama, tanpa mempertimbangkan jalan periwayatannya.

Walaupun pada awal tulisannya Puin sendiri telah berputus asa menyerang Al-Quran melalui jalan periwayatan, namun kini ia mendapat senjata baru dengan ditemukannya manuskrip Yaman. Tapi kaum Muslimin tidak akan tersesat oleh tipu daya Puin selagi mereka berpegang teguh dengan tradisi yang dipertahankan para ulama Islam yang mu’tabar (diakui).

Mushaf Utsmani, teks tulisannya (rasm), bacaannya (qiraah), susunan ayat dan surahnya, serta kandungan ayat dan surahnya telah disetujui oleh semua Sahabat. Bahkan dalam pertentangan politik yang membawa peperangan antara pasukan Muawiyah dan pasukan Sayidina ‘Ali bin Abi Thalib (perang Siffin), ketika Mu’awiyah mengangkat Mushaf Utsman untuk berdamai, Sayidina ‘Ali tidak mempersoalkan mushaf Al-Quran itu.

Walaupun mereka berbeda dari segi faham politik, tetapi mereka masih bersatu dalam perkara asas agama Islam seperti kesepakatan mereka menerima Mushaf Utsmani.

Puin sendiri mengakui bahwa usahanya itu tidak membuahkan hasil yang baru terhadap kajian Al-Quran yang telah dirintis oleh para orietalis sebelumnya seperti Nldeke, Bergsträsser, Pretzl, Deim, Neuwirth, dan Getje.

Apa yang dikatakannya ‘baru’ dan ‘di luar dugaan’ mengenai susunan surah-surah Mushaf Utsmani itupun sebenarnya adalah isu lama. Penemuan manuskrip Al-Quran yang tidak lengkap dan mempunyai susunan surah-surah yang berbeda dengan Mushaf Utsmani menunjukkan itu bukanlah Al-Quran yang disetujui oleh para Sahabat, dan juga tidak akan disetujui oleh para ulama Islam kini. Kalau tidak percaya, coba saja mushaf itu diterbitkan. Nasibnya mungkin tidak akan berbeda dengan Venice Quran yang kini terasing dan hanya teronggok di Bibliotheca Marciana, Italia.

Fakta bahwa tidak ada para penyumbang dana yang ingin melanjutkan proyek penerbitan mushaf “Puin” itu, juga membuktikan bahwa beban sejarah dan muatan intelektual itu tidak akan tertanggung oleh Puin seorang diri.

Antek FFI menulis :

Meskipun sejarah quran begitu amburadul, bahkan dg bukti2 dr hadits sendiri, saya yakin, kalo anda akan tetep yakin quran is the best.

Dan meskipun anda tidak bisa memberikan motif, bukti, saksi apapun kalo taurat/injil telah diubah, anda akan terus menuduh. Intinya adalah buat muslim spt anda, apapun kenyataannya, taurat/injil palsuu terus, sedangkan quran asliii terus.

Muslim emenjawab :

Saya sudah memberikan bukti dan saksi tentang taurat/injil yang telah didistorsi. Lihat postingan saya tentang Spinoza diatas. Saya sengaja memberikan contoh bukti penyelewengan taurat dari tulisan Spinoza. karena Spinoza adalah seorang Yahudi.

padahal diluar sana, masih sangat banyak bukti penyelewengan taurat yang di telaah para cendekiawan lain.

Motif = untuk untuk memperoleh keuntungan untuk mereka sendiri. itu sudah Pasti.

Taurat dan injil yang beredar sekarang memang telah terdistorsi. Dan sudah dibuktikan, bahkan dari penganut yahudi/kristen sendiri.

Sejarah Al-qur'an menunjukkan Perbedaan pendapat para sahabat bukan terletak pada Isi dan kandungan Al-quran, melainkan versi bacaan terhadap al-Qur'an sesuai dengan Shuhuf yang berada di tangan para sahabat.

Sejarah Al-qur'an menunjukkanb bahwa kemurniannya tetap terjaga walaupun ada usaha-usaha penyelewengan yang dilakukan orientalis selama ratusan tahun.

Dan Al-qur'an telah membuktikan ke-otentikannya sejak di sampaikan oleh Nabi Muhammad SAW.


Terima kasih. Wassalam

sumber : postingan sdr Panda di answering-ff.org

0 comments: