Antek FFI bertanya Muslim menjawab (12)

antek FFI bertanya :

Apakah nabi Muhammad SAW seorang yang buta huruf?


muslim menjawab :

Mari kita analisis hipotesis-hipotesis ini dan dengan disertai beberapa ilustrasi berdasar keterangan-keterangan yang ada:

  • (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi (an-nabiyy al-ummiyy) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. (QS. 7:157 )
  • Katakanlah: "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk." (QS. 7:158 )
  • Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata, (QS. 62:2 )
  • Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku." Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi: "Apakah kamu (mau) masuk Islam." Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (QS. 3:20 )
  • Sahih Bukhari Volume 3, Book 34, Number 335:
  • Narrated Ata bin Yasar:
  • I met Abdullah bin 'Amr bin Al-'As and asked him, "Tell me about the description of Allah's Apostle which is mentioned in Torah (i.e. Old Testament.") He replied, 'Yes. By Allah, he is described in Torah with some of the qualities attributed to him in the Quran as follows: "O Prophet ! We have sent you as a witness (for Allah's True religion) And a giver of glad tidings (to the faithful believers), And a warner (to the unbelievers) And guardian of the illiterates. You are My slave and My messenger (i.e. Apostle). I have named you "Al-Mutawakkil" (who depends upon Allah). You are neither discourteous, harsh Nor a noise-maker in the markets And you do not do evil to those Who do evil to you, but you deal With them with forgiveness and kindness. Allah will not let him (the Prophet) Die till he makes straight the crooked people by making them say: "None has the right to be worshipped but Allah," With which will be opened blind eyes And deaf ears and enveloped hearts."
  • Volume 6, Book 60, Number 362:
  • Narrated Abdullah bin Amr bin Al-As:
  • This Verse: 'Verily We have sent you (O Muhammad) as a witness, as a bringer of glad tidings and as a warner.' (48.8) Which is in the Qur'an, appears in the Surah thus: 'Verily We have sent you (O Muhammad) as a witness, as a bringer of glad tidings and as a warner, and as a protector for the illiterates (i.e., the Arabs.) You are my slave and My Apostle, and I have named you Al-Mutawakkil (one who depends upon Allah). You are neither hard-hearted nor of fierce character, nor one who shouts in the markets. You do not return evil for evil, but excuse and forgive. Allah will not take you unto Him till He guides through you a crocked (curved) nation on the right path by causing them to say: "None has the right to be worshipped but Allah." With such a statement He will cause to open blind eyes, deaf ears and hardened hearts.'
  • Dari Ubay bin Kaab mengatakan : Rasulullah bertemu dengan Jibril, maka beliau berkata: "Wahai Jibril sesungguhnya saya diutus kepada kaum yang buta huruf. Di antara mereka ada orang tua dan sudah uzur, anak-anak, wanita hamba sahaya, serta orang-orang yang tidak pernah membaca buku sama sekali", Jibril berkata: "Wahai Muhammad sesungguhnya Al Qur'an diturunkan atas tujuh macam huruf” (HR. Ibnu Majah)


Sampai dengan ayat-ayat diatas didapat gambaran yang cukup jelas bahwa pengertian nabi yang ummi adalah menunjukkan Muhammad SAW sebagai seorang yang buta huruf dan tidak berarti bahwa nabi SAW adalah seorang yang bodoh atau nabi yang tidak mempunyai kitab atau nabi untuk kaum yang ummi (an-nabiyy fii ummiyy). Karena jika ummiy mempunyai pengertian bodoh untuk diterapkan pada diri nabi SAW maka salah satu syarat wajib seorang rasul (menurut referensi Islam) yaitu cerdas (fathonah) tidak terpenuhi dan jika disebut nabi yang belum punya kitab juga terlihat janggal, karena nabi SAW telah diberikan AlQuran oleh SWT. Argumen lain yang diajukan adalah dimana kata ummi mempunyai pengertian lain sebagai kata kafir (gentile). Pertanyaan saya disini, apakah nabi yang ummi berarti nabi yang kafir? Tentu saja pengertian ini out of context dan cenderung mengada-ada. Di sisi lain sebenarnya kata kafir (gentile) di dalam Quran telah ditunjukkan dengan menggunakan kata kafiruun (arabic) dan bukan menggunakan kata ummi. Meski demikian jika kata ummi ini dikenakan pada kaum pagan Arab maka dapatlah konteks ini diterapkan, yaitu kaum yang tidak punya kitab atau kaum yang tak mengenal ajaran ilahi.

Pendapat lain tentang kata ummi ini misalnya berasal dari Kenneth Cragg yang mengajukan penafsiran bahwa kata nabi yang ummi mempunyai makna "The Unlettered Prophet". Saya tidak tahu apa maksud dari kata "the unlettered prophet" yang diajukan oleh Kenneth Cragg. Yang jelas pernyataan Kenneth Cragg tersebut tidak menunjukkan makna apa-apa setidaknya bagi saya.

Argumen selanjutnya yang muncul disini adalah dari beberapa kalangan yang berpendapat bahwa karena terdapat beberapa keterangan yang menunjukkan bahwa nabi SAW bermaksud menuliskan sesuatu, maka seolah menunjukkan bahwa nabi SAW bukanlah seorang yang buta huruf, baik mari kita kupas hal ini lebih lanjut:

  • 'Read in the name of your Lord, who has created (all that exists) has created man from a clot. Read! And your Lord is the Most Generous." (96.1, 96.2, 96.3) Then Allah's Apostle returned with the Inspiration and with his heart beating severely (kutipan Sahih Bukhari Volume 1, Book 1, Number 3)
  • Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam (arabic: qalam)
  • Proclaim! (or Read!) in the name of thy Lord and Cherisher Who created. Created man out of a (mere) clot of congealed blood: Proclaim! And thy Lord is Most Bountiful. He Who taught (the use of) the Pen (QS. 96:1-4 )
  • Nun, demi kalam (pena) dan apa yang mereka tulis, berkat nikmat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila. (QS. 68:1-2 )


Mengenai kata "Bacalah" dalam surah atau hadis diatas tidak harus berarti membaca tulisan, akan tetapi bermakna membaca secara lisan, seperti ungkapan yang sering kita dengar, misalnya: "Bacalah doa dalam hati masing-masing!", "bacalah Bismillah sebelum makan!". Tidak ada indikasi dalam hadis dan surah di atas bahwa nabi SAW sedang membaca suatu tulisan, ini hanyalah suatu kesimpulan yang terlalu dini dan tergesa-gesa. Demikian juga dengan surah 68:1-2 diatas, juga tidak ada indikasi bahwa ayat diatas menunjukkan bahwa nabi SAW dapat menulis apalagi ayat ini menyebut kata "apa yang mereka tulis" yang tentunya ada beberapa orang yang menulis kalam Allah dan tidak selalu atau menunjukkan bahwa nabi SAW sebagai salah satu anggota tim penulis.

sumber : faithfreedomwatch.r8.org

next..

0 comments: