ISLAMIC GOLDEN RULE ... !!!!

0
oleh : Montir kepala

1. the goods of the people & environtment

    SY SYU'ARA' (26:183)
    ولاتبخسوا الناس اشياءهم ولاتعثوا في الارض مفسدين

    [id] Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan;

    [en] and do not diminish the goods of the people, and do not make mischief in the earth, working corruption.



2. justice
    AL MAA-IDAH (5:8)
    ياايها الذين امنوا كونوا قوامين لله شهداء بالقسط ولايجرمنكم شنان قوم على الا تعدلوا اعدلوا هو اقرب للتقوى واتقوا الله ان الله خبيربما تعملون

    [id] Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

    [en] Believers, be dutiful to Allah and bearers of just witness. Do not allow your hatred for other people to turn you away from justice. Deal justly; it is nearer to piety. Have fear of Allah; Allah is Aware of what you do.



3. Tolerancy
    AL AN'AAM (6:108)
    ولاتسبوا الذين يدعون من دون الله فيسبوا الله عدوا بغير علم كذلك زينا لكل امة عملهم ثم الى ربهم مرجعهم فينبئهم بماكانوا يعملون

    [id] Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.

    [en] Do not say crude words to those who call upon other than Allah, lest they use crude words about Allah in revenge without knowledge. As such we have made the actions of each nation seem pleasing. To their Lord they shall return, and He will inform them of that they were doing.



4. privacy
    AN NUUR (24:27)
    ياايها الذين امنوا لاتدخلوا بيوتا غير بيوتكم حتى تستانسوا وتسلموا على اهلها ذلكم خير لكم لعلكم تذكرون

    [id] Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.

    [en] Believers, do not enter houses other than your houses until you first ask permission and greet with peace the people thereof; that is better for you in order that you remember.



    AN NUUR (24:28)
    فان لم تجدوا فيها احدا فلا تدخلوها حتى يؤذن لكم وان قيل لكم ارجعوا فارجعوا هو ازكى لكم والله بما تعملون عليم

    [id] Jika kamu tidak menemui seorang pun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: "Kembali (saja) lah", maka hendaklah kamu kembali. Itu lebih bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

    [en] And if you do not find anyone there, do not enter it until permission is given to you. And if you are told 'Return’, so return, that is purer for you; and Allah knows the things you do.



5. etic
    LUQMAN (31:18)
    ولاتصعر خدك للناس ولاتمش في الارض مرحا ان الله لايحب كل مختال فخور

    [id] Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

    [en] Do not turn your cheek in scorn away from people, nor walk proudly on the earth; Allah does not love the proud and the boastful.



6. honesty
    AR RAHMAAN (55:9)
    واقيموا الوزن بالقسط ولاتخسروا الميزان

    [id] Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.

    [en] Give just weight and do not skimp the scales.


    AL ISRA (17:35)
    واوفوا الكيل اذا كلتم وزنوا بالقسطاس المستقيم ذلك خير واحسن تاويلا

    [id] Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

    [en] Give full measure when you measure, and weigh with even scales. That is better, and fairer in the end.



7. anti racism
    AL HUJURAT (49:13)
    ياايها الناس انا خلقناكم من ذكر وانثى وجعلناكم شعوبا وقبائل لتعارفوا ان اكرمكم عند الله اتقاكم ان الله عليم خبير

    [id] Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

    [en] People, We have created you from a male and a female, and made you into nations and tribes that you might know one another. The noblest of you before Allah is the most righteous of you. Allah is the Knower, the Aware.

    sumber :answering-ff.org

Kelicikan aktifis Faithfredom indonesia?

0
salah satu Aktifis faithfreedom indonesia yang menggunakan id Adadeh (pembuat kartun Nabi yang sempat menghebohkan )memberikan bukti kelicikannya dalam membentuk opini yang menyesatkan.


Adadeh , kristen FFI menuduh dengan menulis :



Hadis Abu Dawud (2150): "The Apostle of Allah (may peace be upon him) sent
a military expedition to Awtas on the occasion of the battle of Hunain. They met
their enemy and fought with them. They defeated them and took them captives.
Some of the Companions of the Apostle of Allah (may peace be upon him) were
reluctant to have intercourse with the female captives in the presence of their
husbands who were unbelievers. So Allah, the Exalted, sent down the Qur’anic
verse: (Sura 4:24) 'And all married women (are forbidden) unto you save those
(captives) whom your right hands possess.'"

terjemahan: Rasul allah mengutus ekspedisi militer ke
Awtas pada saat perang Hunain. Mereka bertemu dengan musuh dan bertempur dengan
mereka. Mereka mengalahkan musuh dan mengambil mereka sebagai tawanan. Beberapa
teman rasul allah enggan berhubungan seks dengan wanita tawanan di depan suami
mereka yang kafir. Maka allah mengirimkan ayat quran sura 4:24. "Dan
(diharamkan) bagimu kecuali mereka (tawanan) yang kamu miliki." Bayangin, para
Muslim itu ragu untuk memperkosa wanita di hadapan suami mereka, tapi Allah
malah mengijinkannya.





muslim menjawab


Antek FFI Tukang pelintir satu ini, memang hendak menunjukkan reputasi terbaiknya sebagai tukang pelintir yang licik



pelintiran pertama :


Isi Hadits riwayat Imam Abu Dawud nomor 2150 sebenarnya:


"Dari Ruwaifi Al-Anshariy –ia berdiri di hadapan kita berkhotbah-, ia berkata : Adapaun sesungguhnya aku tidak mengatakan kepada kamu kecuali apa-apa yang aku dengan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata pada hari Hunain, beliau bersabda, “Tidak halal bagi seorang yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk menyiramkan air (mani)nya ke tanaman orang lain –maksudnya menyetubuhi perempuan hamil- Dan tidak halal bagi seorang yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk menyetubuhi perempuan dari tawanan perang sampai perempuan itu bersih. Dan tidak halal bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk mejual harta rampasan perang sampai dibagikan. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah dia menaiki kendaraan dari harta fa’i kaum muslimin sehingga apabila binatang tersebut telah lemah ia baru mengembalikannya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah ia memakai pakaian dari harta fa’i kaum muslimin sehingga apabila pakaian tersebut telah rusak ia baru mengembalikannya”


pelintiran kedua



Asbabun-nuzul Annisa:24 Sebenarnya:


"Abu Said al-Khudry Radliyallaahu 'anhu berkata: Kami mendapatkan beberapa tawanan yang bersuami pada perang Authas. Para shahabat kesulitan, lalu Allah menurunkan ayat: (artinya = Wanita-wanita yang bersuami haram untukmu, kecuali budak-budak yang engkau miliki-ayat). (Bulughul Maram Bab 11 Hadits no.30 H.R. Muslim)


Asbabun-nuzul Annisa:24 karangan FFI:


Yaitu hadits karangan FFI yang diaku riwayat abudawud nomor 2150 diatas NB: Semua hadits dari FFI adalah karangan indah. Minimal diplintir kemudian didramatisir



pelintiran ketiga



adadeh wrote:

Maka allah mengirimkan ayat quran sura 4:24. "Dan (diharamkan) bagimu kecuali mereka (tawanan) yang kamu miliki."



وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ النِّسَاء إِلاَّ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ كِتَابَ اللّهِ عَلَيْكُمْ وَأُحِلَّ لَكُم مَّا وَرَاء ذَلِكُمْ أَن تَبْتَغُواْ بِأَمْوَالِكُم مُّحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ فَمَا اسْتَمْتَعْتُم بِهِ مِنْهُنَّ فَآتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ فَرِيضَةً وَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا تَرَاضَيْتُم بِهِ مِن بَعْدِ الْفَرِيضَةِ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلِيماً حَكِيماً


[4:24] [i]dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki[/i]282 (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian283 (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu ni'mati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu284. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.


Dalam ayat diatas :



مَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَن يَكُونَ لَهُ أَسْرَى حَتَّى يُثْخِنَ فِي الأَرْضِ تُرِيدُونَ عَرَضَ الدُّنْيَا وَاللّهُ يُرِيدُ الآخِرَةَ وَاللّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

[8:67] Tidak patut, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum ia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi. Kamu menghendaki harta benda duniawiyah sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu). Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

kata :
مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ

berarti "budak-budak yang kamu miliki"

sedangkan tawanan dalam qur'an adalah : أَسْرَى


Adadeh mencoba memelintir dengan mengganti kata " budak" dengan " tawanan"

ini pelintiran yang pertama.

pelintiran kedua :

surat An nisa ayat 4 diatas bicara masalah menikah / mengawini, namun adadeh telah menuduh sebagai perintah perkosaan.

perlu digaris bawahi bahwa tawanan perang bukan milik prajurit/tentara. akan tetapi milik pemerintahan yg menaklukkan.
misalnya ada pasukan muslim berperang dan berhasil menawan wanita maka tidak otomatis wanita itu halal baginya ... dia bukan haknya.
tawanan statusnya ditentukan oleh pemerintahan Islam. dan memang saat itu kewenangan ada pada nabi saw untuk menentukan posisi apa yg hendak diberikan pada tawanan.
1. menjadi budak kaum muslimin
2. dibebaskan dgn tebusan
3. dibebaskan tanpa tebusan

jadi adanya kesan dapat tawanan langsung disetubuhi itu ngaco sekali ...
jadi sebenarnya bukan hukumnya bahwa Tawanan halal disetubuhi, akan tetapi budak miliknya yg halal disetubuhi.

kenapa saat itu nabi beberapa kali memutuskan bahwa tawanan diserahkan pada kaum muslim dan menjadi budak bagi mereka ?... saya kira itu karena itu cara terbaik untuk kondisi saat itu.
1. jika dipenjara...dimana bikin penjaranya ?? yg jaga dan ngasih makan siapa ??
2. jika dibunuh....ini tidak benar jika anak2 dan wanita dieksekusi.
3. jika dibiarkan.... maka mereka akan mati kelaparan dan diperbudak suku2 arab lainnya karena laki2 mereka sudah mati dipertempuran. tdk ada yg melindungi mereka.
maka nabi saw memutuskan memperbudak mereka pada rumah2 muslim, karena ketika mereka menjadi budak muslim, maka otomatis mereka akan mendapat rumah, perlindungan dan makanan serta pakaian dari muslim yg memperbudaknya. ini solusi bagus untuk saat itu karena memang situasinya begitu.
nah hukum budak wanita bagi tuannya adalah halal.


Kenapa budak-budak di akomodir di dalam Al-Qur'an
Bukankah kesannya Islam mengijinkan perbudakan ?
Dan para orientalis & misionaris mentertawakan hal itu ?

Satu sisi itu jadi peluang supaya kita bisa melihat tuh bagaimana cara pandang negatif para orintalis & misionaris kafir membaca al-qur'an jadi terlihat jelas kemunafikan & kekafiran mereka.

Sisi kedua, perbudakan adalah realitas pada jaman itu, dan lihatlah bagaimana Islam step by step membebaskannya. Kran menuju perbudakan ditutup rapat dan Kran pembebasan dibuka lebar-lebar.

Contoh, bagaimana Islam pertama kali membebaskan budak hitam bernama Bilal bin Rabah setelah disiksa majikannya hanya karena dia meyakini bahwa tidak ada tuhan yang layak di sembah selain Tuhan Sang Maha Pencipta alam semesta yang mengagumkan.

Contoh jalan pembebasan adalah banyak sekali kekhilafan-kekhilafan (seperti hubungan suami istri di siang bulan ramadhan) yang harus ditebus dengan pilihan pertama-tama bebaskan budak kalo punya budak, kalo gak punya kasih makan 60 orang miskin, dst-dst ...

bisa kita lihat dalam ayat-ayat ini !


[9.60] Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf untuk menggembirakan hatinya, untuk memerdekakan budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

[58.3] Orang-orang yang menzihar istri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami istri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

[90.10] Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan.
[90.11] Maka tidakkah sebaiknya (dengan hartanya itu) ia menempuh jalan yang mendaki lagi sukar?.
[90.12] Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu?
[90.13] (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan,
[90.14] atau memberi makan pada hari kelaparan,
[90.15] (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat,
[90.16] atau orang miskin yang sangat fakir.


sumber : ringkasan jawaban beberapa muslim di answering-ff.org terhadap tuduhan dari salah satu aktifis FFI

apakah HILLMAN benar-benar jago bahasa 'Arab?

0
Hillman adalah salah satu netter FFI yang sering sekali dianggap sangat mahir sekali dalam bahasa Arab dan sering dibanggakan oleh para antek FFI
karena seringkali membahas Al Qur'an dari sudut pandang bahasa

salah satu netter muslim (nickname handika di FFI / n'Dik di AFFI ) menguji kemampuan baca Hillman

inilah dialog keduanya :



ada baiknya, anda saya kasih tes, sukur-sukur anda bisa menjawab, maka saya akan diam


: فَأُكْمِلَتِ السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ وَكُلُّ جُنْدِهَا. وَفَرَغَ اللهُ فِي الْيَوْمِ السَّابعِ مِنْ عَمَلِهِ الَّذِي عَمِلَ. فَاسْتَرَاحَ فِي الْيَوْمِ السَّابعِ مِنْ جَمِيعِ عَمَلِهِ الَّذِي عَمِلَ. وَبَارَكَ اللهُ الْيَوْمَ السَّابعَ وَقَدَّسَهُ، لأَنَّهُ فِيهِ اسْتَرَاحَ مِنْ جَمِيعِ عَمَلِهِ الَّذِي عَمِلَ اللهُ خَالِقًا

bisakah anda menuliskan tulisan ini dalam tulisan latinnya? saya persilahkan,


HILLMAN menjawab

Mas Andhika, entah anda orang ke berapa yang mencoba cara seperti ini. :)

Sebenarnya saya tidak perlu penilaian anda dengan "test men test", tulisan saya anda boleh percaya atau tidak, bukan menjadi masalah bagi saya. Kewajiban saya hanya menyampaikan, mengenai penerimaan Wallahuallam. :)

Dan saya tidak mengharapkan anda diam setelah ini, saya malah senang ada teman diskusi.

Anda menuliskan dalam bahasa Arab, kalau saya tidak salah mengenai penciptaan langit dan bumi selama 7 hari. Siap menerima kritik anda. :)


Fa’aumilati al-sa'mawatu wal'ardu’ wakulu jundiha.

Wafaragha Allahu fi alyawmi alsa'ab'i min amalihi ala'adhi a’mila.

Fastaraha fi alyawmi alsa'b'i min jami'i aamalihi ala'adhi a’mila.

Wabarakah Allahu alyawma al sa'ab'a waqada'asahu l'ana'ahu feihi astaraha min jami'i amalihi ala'adhi a’mila Allahu khaliqana



Wassalam



Handika

banyak salahnya..


Hilman

Fa’aumilati (fa-ukmilati) al-sa'mawatu (as-samaawaatu -disambung jadi fa-ukmilatis samaawaatu) wal'ardu’ (wal ardhu) wakulu (wa kullu) jundiha (jundihaa).

Wafaragha Allahu (disambung jadi wa faraghallaahu) fi alyawmi (disambung jadi fil yawmi) alsa'ab'i (as-sab'i -disambung jadi yawmis sab'i) min (jamii'i nya kemana?) amalihi ('amalihi) ala'adhi (al-ladzii -disambung jadi 'amalihil ladzii) a’mila ('amil, fat-hah pada lam ga usah dibaca karena akhiran).

Fastaraha fi (fastaraaha fii) alyawmi (disambung jadi fastaraaha fil yawmi) alsa'b'i (as-sab'i -disambung jadi fil yawmis sab'i) min jami'i (min jamii'i) aamalihi ('amalihi) ala'adhi (al-ladzii -disambung jadi 'amalihil ladzii) a’mila ('amil, fat-hah pada lam ga usah dibaca karena akhiran).

Wabarakah (wa baaraka, ga ada h) Allahu (disambung jadi wa baarakallaahu) alyawma (disambung jadi baarakallaahul yawma) al sa'ab'a (as-sab'a -disambung jadi yawmas sab'a) waqada'asahu (ada tasydid, jadi wa qaddasahu) l'ana'ahu (l-annahu -disambung jadi wa qaddasahul annahu) feihi (fiihi) astaraha (disambung jadi fiihistaraha) min jami'i amalihi (min jamii'i 'amalihi) ala'adhi (al-ladzii -disambung jadi 'amalihil ladzii) a’mila ('amila) Allahu (disambung jadi 'amilallaahu) khaliqana (khaaliqaa)
:



Handika

sepertinya anda memakai sebuah software untuk membacanya, banyak kata-kata yang sama seolah-olah seperti sudah dari sananya dan tidak disambung seperti:

- ala'adhi
- alyawm
- a'mila
- al sa'ab'
- dll

dan yang unik adalah penempatan al ada yang dipisah ada yang disambung...
ck ck ck,

selamet deh, jika nilai terendah adalah 0 dan nilai tertinggi adalah 1000, maka nilai anda 100..

:

HILLMAN wrote:
Andhika Muslim wrote:
Fa’aumilati (fa-ukmilati) al-sa'mawatu (as-samaawaatu -disambung jadi fa-ukmilatis samaawaatu < ==== INI SALAH KARENA AL SA'MAWATU ADALAH ISIM MARIFAT :) ) wal'ardu’ (wal ardhu) wakulu (wa kullu) jundiha (jundihaa < ==== INI MENGGUNAKAN SOFTWARE PEMBACA :)).

Wafaragha Allahu (disambung jadi wa faraghallaahu < ==== WA DISAMBUNG DENGAN FARAGHA, ALLAHU SENDIRI :) ) fi alyawmi (disambung jadi fil yawmi < ==== INI ANDA BENAR ) alsa'ab'i (as-sab'i -disambung jadi yawmis sab'i < ==== INI SALAH HARUSNYA YAUMIL SAB'I SAAT DIBACA ) min (jamii'i nya kemana? < ==== ANDA YANG KURANG COPY PASTE NYA, MEMBUKTIKAN ANDA PUNYA CONTEKAN DAN SAYA BACA APA ADANYA :) ) amalihi ('amalihi) ala'adhi (al-ladzii-disambung jadi 'amalihil ladzii) a’mila ('amil, fat-hah pada lam ga usah dibaca karena akhiran < ==== TEORI ? ).

Fastaraha fi (fastaraaha fii) alyawmi (disambung jadi fastaraaha fil yawmi) alsa'b'i (as-sab'i -disambung jadi fil yawmis sab'i) min jami'i (min jamii'i) aamalihi ('amalihi) ala'adhi (al-ladzii -disambung jadi 'amalihil ladzii) a’mila ('amil, fat-hah pada lam ga usah dibaca karena akhiran). [b] < ==== KOMENTAR SAMA DENGAN DIATAS :)


Wabarakah (wa baaraka, ga ada h) Allahu (disambung jadi wa baarakallaahu) alyawma (disambung jadi baarakallaahul yawma) al sa'ab'a (as-sab'a -disambung jadi yawmas sab'a) waqada'asahu (ada tasydid, jadi wa qaddasahu) l'ana'ahu (l-annahu -disambung jadi wa qaddasahul annahu) feihi (fiihi) astaraha (disambung jadi fiihistaraha) min jami'i amalihi (min jamii'i 'amalihi) ala'adhi (al-ladzii -disambung jadi 'amalihil ladzii) a’mila ('amila) Allahu (disambung jadi 'amilallaahu) khaliqana (khaaliqaa) < ==== KOMENTAR SAMA DENGAN DIATAS :)

sepertinya anda memakai sebuah software untuk membacanya, banyak kata-kata yang sama seolah-olah seperti sudah dari sananya dan tidak disambung seperti:

- ala'adhi
- alyawm
- a'mila
- al sa'ab'
- dll

dan yang unik adalah penempatan al ada yang dipisah ada yang disambung... < ==== ITU MEMBUKTIKAN TULISAN MANUSIA... :)
ck ck ck,

selamet deh, jika nilai terendah adalah 0 dan nilai tertinggi adalah 1000, maka nilai anda 100.. < ==== TERIMA KASIH :)


< ==== YANG MENGGUNAKAN PANAH DAN HURUF BESAR KOMENTAR HILLMAN, BUKAN MARAH LOH CUMA MEMBEDAKAN :)

Sudah saya duga anda PP jilid 2 dan yang sudah pernah mencoba segala sisi untuk men-diskredit-kan tulisan saya di situs-situs pengikut Islam....

Sekarang tulisan ini yang mana salah atau benar, mas Andhika?

shiraatha alladziina an'amta 'alayhim ghayri almaghdhuubi 'alayhim wala aldhdhaalliina


Sirata allatheena anAAamta AAalayhim ghayri almaghdoobi AAalayhim wala alddalleena


Şirāţa Al-Ladhīna 'An`amta `Alayhim Ghayri Al-Maghđūbi `Alayhim Wa Lā Ađ-Đāllīna



Ha...ha... :)

Wassalam
Tanggapan sdr Handika :

seperti biasaa, komentar ga berbobot.. makin ketauan, kaga bisa baca tulisan 'Arab sok-sok'an nerjemahin per kata, sok pake ism manqus lah,.. ck ck ck,

kalo situ pake warna merah, sini pake ijo yaah..

Fa’aumilati (fa-ukmilati) al-sa'mawatu (as-samaawaatu -disambung jadi fa-ukmilatis samaawaatu < ==== INI SALAH KARENA AL SA'MAWATU ADALAH ISIM MARIFAT :) ) -loh? ga ada hubungannya atuh mass.. setiap yang diberi tasydid, alif lam tetep ga dibacaaa.. ism ma'rifat mah tentang penggunaan kata (nahwu) bukan tentang cara membacaa..

wal'ardu’ (wal ardhu) wakulu (wa kullu) jundiha (jundihaa < ==== INI MENGGUNAKAN SOFTWARE PEMBACA :)). -wah, saya salahkan software-nya dehh.. hihi..

Wafaragha Allahu (disambung jadi wa faraghallaahu < ==== WA DISAMBUNG DENGAN FARAGHA, ALLAHU SENDIRI :) ) -masyaaa' Allaah, bodoh kok dipelihara toh mas.. wa faragha ato wafaragha mah sama aja dibacanya, sengaja saya pisah karena dia bagian harf sendiri.. ga ngaruh kalo latinnya disambung ato dipisah, bacanya sama aja.. Allahu sendiri, darimanaaaaaa??? belajar IQRO dulu kih sana mass.. coba mas Hillman cari perbedaan antara MASYA' ALLAH dengan FARAGHALLAH...

fi alyawmi (disambung jadi fil yawmi < ==== INI ANDA BENAR ) -syukran

alsa'ab'i (as-sab'i -disambung jadi yawmis sab'i < ==== INI SALAH HARUSNYA YAUMIL SAB'I SAAT DIBACA -wah wah mas, saya dan netter Muslim lain semakin curiga nih sama mas Hillman, apa mas Hillman bener-bener bisa baca tulisan 'Arab ato ga...

mari kita lihat:

الْيَوْمِ السَّابعِ


perlu saya jabarkan satu per satu mas? oke:

ا = alif..
ل = ketemu lam, jadi alif lam ال dibaca al, karena sebelumnya ada kata fii فـِيْ maka menjadi فـِيْ ال (fil) -karena alif lam tanpa tanda baca jika ditengah-tengah kalimat mati, seperti l, kecuali di awal kalimat, baru dibaca al..
يَ = ketemu huruf ya ada tanda fat-hah, dibaca ya, disambung al jadi alya اليَ, sebelumnya ada fii jadi fil ya فـِيْ اليَ..
وْ = ketemu huruf wawu ada tanda sukun, dibaca w, disambung jadi alyaw (اليَوْ), sebelumnya juga ada fii jadi fil yaw فـِيْ اليَوْ..
مِ = ketemu huruf mim ada tanda kasrah, dibaca mi, disambung alyaw jadi alyawmi (اليَوْمِ), sebelumnya ada fii jadi dibaca fil yawmi فـِيْ اليـَوْمِ

ا = alif..
ل = ketemu lam, jadi alif lam lagi ال dibaca al, disambung ama sebelumnya fil yawmi ِفـِيْ اليَوْم, jadi dibaca fil yawmil فـِيْ اليـَوْمِ ال..
سَّ = ketemu ama huruf sin ada tanda fat-hah ama tasydid (dobel), dibaca sa (kalo sendiri), karena disambung ama fil yawmil فـِيْ اليـَوْمِ ال maka dibaca fil yawmis sa فـِيْ اليـَوْمِ السَّ.. JADI ADA TASYDID-NYA MAS HILLMANN...
ا = ada alif, dibaca a, disambung ama fil yawmis sa maka dibacanya panjang, fil yawmis saa فـِيْ اليـَوْمِ السَّـا, kalo dalam hukum tajwid disebut mad wajib munfashil..
بْ = ada huruf ba tanda sukun, dibaca b, disambung fil yawmis saa فـِيْ اليـَوْمِ السَّـا maka kalo dibaca jadi fil yawmis sab فـِيْ اليـَوْمِ السَّـابْ -ngga dibaca panjang lagi karena mad mati karena ada sukun..
عَ = sekarang ketemu 'ayn ada tanda fat-hah, dibaca 'a, disambung fil yawmis sab فـِيْ اليـَوْمِ السَّـابْ maka fil yawmis sab'a فـِيْ اليـَوْمِ السَّـابْعَ

kesalahan fatal anda ga usah dicari-cari pembenarannya, ngga guna, meskipun berguna buat ngebo'ongin netter yang kaga bisa baca tulisan 'Arab ato yang masih kurang lancar bacanya...


min (jamii'i nya kemana? < ==== ANDA YANG KURANG COPY PASTE NYA, MEMBUKTIKAN ANDA PUNYA CONTEKAN DAN SAYA BACA APA ADANYA :) ) -terbukti dari mananya tho mass? justru terbukti kalo saya ga punya contekan, karena saya copy paste manual, satu per satu, kekhilafan karena mata saya sih wajar.. kalo anda mau, dan saya menantang anda, anda boleh mengetes saya, silahkan anda berikan sebuah artikel berbahasa 'Arab, akan saya tuliskan latinnya dan kita bahas...

amalihi ('amalihi) ala'adhi (al-ladzii-disambung jadi 'amalihil ladzii) a’mila ('amil, fat-hah pada lam ga usah dibaca karena akhiran < ==== TEORI ? ). -loh? kok teori? memang begitu kok.. anda sendiri juga suka pake kata "Insya' Allah", "Masya' Allah", "Alhamdulillah", padahal tulisannya adalah Insyaa'allaahu (اِنـْـشـَـاءَ اللهُ) dan dibacanya Insya' Allah, tanda di akhiran ga usah dibaca.. juga Alhamdulillaahi (الحـَمـْـدُ ِﷲِ) akhiran ga usah dibaca jadi Alhamdulillah.. waah, semakin banyak kesalahannya nihh..

Fastaraha fi (fastaraaha fii) alyawmi (disambung jadi fastaraaha fil yawmi) alsa'b'i (as-sab'i -disambung jadi fil yawmis sab'i) min jami'i (min jamii'i) aamalihi ('amalihi) ala'adhi (al-ladzii -disambung jadi 'amalihil ladzii) a’mila ('amil, fat-hah pada lam ga usah dibaca karena akhiran). [b] < ==== KOMENTAR SAMA DENGAN DIATAS :)
-sama juga dengan di atas :)

Wabarakah (wa baaraka, ga ada h) Allahu (disambung jadi wa baarakallaahu) alyawma (disambung jadi baarakallaahul yawma) al sa'ab'a (as-sab'a -disambung jadi yawmas sab'a) waqada'asahu (ada tasydid, jadi wa qaddasahu) l'ana'ahu (l-annahu -disambung jadi wa qaddasahul annahu) feihi (fiihi) astaraha (disambung jadi fiihistaraha) min jami'i amalihi (min jamii'i 'amalihi) ala'adhi (al-ladzii -disambung jadi 'amalihil ladzii) a’mila ('amila) Allahu (disambung jadi 'amilallaahu) khaliqana (khaaliqaa) < ==== KOMENTAR SAMA DENGAN DIATAS :) -sama juga dengan di atas :)

sepertinya anda memakai sebuah software untuk membacanya, banyak kata-kata yang sama seolah-olah seperti sudah dari sananya dan tidak disambung seperti:

- ala'adhi
- alyawm
- a'mila
- al sa'ab'
- dll

dan yang unik adalah penempatan al ada yang dipisah ada yang disambung... < ==== ITU MEMBUKTIKAN TULISAN MANUSIA... :) -justru semakin dibuktikan kalo itu software, karena alif lam yang anda pisah itu berulang-ulang..
ck ck ck,

selamet deh, jika nilai terendah adalah 0 dan nilai tertinggi adalah 1000, maka nilai anda 100.. < ==== TERIMA KASIH :) -sama-samaa..

< ==== YANG MENGGUNAKAN PANAH DAN HURUF BESAR KOMENTAR HILLMAN, BUKAN MARAH LOH CUMA MEMBEDAKAN :) -oke-

Sudah saya duga anda PP jilid 2 dan yang sudah pernah mencoba segala sisi untuk men-diskredit-kan tulisan saya di situs-situs pengikut Islam.... -eit, maaf yah, tanpa didiskreditkan pun Muslim sudah bisa menilai, masalahnya, tulisan anda perlu didokumentasi di situs itu supaya terpampang pola pikir anda....

Sekarang tulisan ini yang mana salah atau benar, mas Andhika?

shiraatha alladziina an'amta 'alayhim ghayri almaghdhuubi 'alayhim wala aldhdhaalliina


Sirata allatheena anAAamta AAalayhim ghayri almaghdoobi AAalayhim wala alddalleena


Şirāţa Al-Ladhīna 'An`amta `Alayhim Ghayri Al-Maghđūbi `Alayhim Wa Lā Ađ-Đāllīna


dari ketiganya ga ada yang bener, cuman yang ketiga mendekati meskipun masih salah.. biasanya yang ketiga ini cuman membantu memahami kata per kata, jika diucapkan jelas beda jauh..

seharusnya:

shiraatal ladziina an'amta 'alayhim, ghayril maghduubi 'alayhim waladhdhaalliin (a) -akhiran ga usah dibaca-


MUHAMMAD SAW wrote:bang HEAD FIXER, ust andika muslim
bener ga ktuh kata2 bg hillmn.. masa sih kaliaan muslim yg selama ini jago b.arab dikatakan TIDAK bisa membantah
ust andika muslim..ajak sekalian dosen2 UIN syarif hidayatullah mu itu.masa sih bg hilman ga bisa dibantah.

ini yg dungu head fixer dan andika atau bg hilman yg teramat CERDAS?


nahwu dan sharaf adalah tingkatan teratas dalam Bahasa 'Arab, yang terendah adalah cara membaca saja.. jika cara membaca anda seperti itu, mustahil memahami Bahasa 'Arab...

dan jika saya baca thread ini (meskipun ga semua), mas Hillman kebanyakan pembenaran terus, dibolak-balik, muter-muter, mirip sama netter El islaam, cuman bedanya saya akui mas Hillman lebih pinter sedikit daripada El islaam... jadi dengan tantangan membaca tulisan 'Arab ini lebih praktis daripada saya bantah, nanti ujung-ujungnya juga dibolak-balik.. sama ibarat seseorang berkoar-koar tentang Relativitas, tapi untuk operasi aljabar aja masih belom bisa... kalo dibantah terus, malah muter-muter ga ada habisnya alias pembelaan...

maaf bung Hillman, bukan saya ingin menjelek-jelekkan anda, tapi saya paparkan apa yang saya tangkap dari postingan anda.. kecuali jika anda niatnya mau belajar bukan menjelek-jelekkan Al-Qur'an yang seolah-olah dibuat seperti sebuah fakta, itu lain soal, saya akan bersedia bertukar pikiran (bukan mengajar) dengan anda, kebetulan saya berpanduan pada Al-'Arabiyyahi Bin Namajiz juz 7.. jika anda buka juz 1, bagian paling pertama dalam nahwu adalah tidak diperkenalkan dhamir atau bagian-bagian fi'il, ism, dan harf, tapi adalah cara membacanya, perkenalan huruf hijaiyah, dan malah direkomendasikan harus tamat IQRO juz 1-6..

MuridMurtad wrote:Dari dulu pembelaan muslim cuman masalah lafadz.
Emang cuman segitu kemampuan muslim FFI......

Nggak ada transliterasi seperti ini. Ini cuman karangan netter Andhika...

Harus dibedakan antara transliterasi dengan melafadz bacaan.
Kalau mau mengetikan lafadz bacaan dengan sound yang benar HARUS MEMAKAI TRANSKRIPSI bukan transliteration.

Contoh transkripsi, ada beberapa "huruf aneh" yang berfungsi menunjukan phonetic :

ṣiraṭa 'l:aðiyna 'ʔanʕamta ʕalayhim ɣayri 'lmaɣḍuwbi ʕalayhim wala' 'lḍ:a'ʔl:iyna.

3 transliteration yang dikutip Hilman berasal dari 3 situs berbeda di internet, yang tentu saja dibuat oleh akhli Islam..kok SOK-SOKan di salahi oleh netter Andhika, yang cuman bisa Iqro tanpa tahu arti........?


oh ya?

huruf-huruf aneh itu karena pelafalan umum, sementara saya orang Indonesia, menyesuaikan diri dengan ucapan yang keluar dari mulut, misalnya:

huruf ش jika memakai pelafalan yang global, tertulis "shin"..
sebenarnya, jika kita sesuaikan dengan cara tulis Indonesia, maka seharusnya "syin"..

misalnya, syaraf, syahdu, syarat, asyik, (bukan sharaf, shahdu, sharat,)

atau seperti huruf ص jika memakai pelafalan yang global memang tertulis "şâd" (ş dibaca halus, â dibaca diftong o)..
sebenarnya pun jika kita sesuaikan dengan cara tulis Indonesia, pengucapan halus itu "shod" (atau "shad").. cara bacanya pun bukan syod tetapi tetap shod (halus)...

atau kata jika memakai pelafalan global memang tertulis "lā" (ā dibaca panjang)..
tapi dalam tulisan Indonesia, ngga ada huruf a makron (ā), jadi kalo mao panjang, cukup dobel aja.. jadi "laa"..

selain itu, sebenarnya anda tidak membela bung Hillman, justru ngerecokin, sebab yang dibahas BUKAN masalah penulisan, tapi SAMBUNG-MENYAMBUNG HURUF, HARAKAT-HARAKAT, DLLL...

lalu mengenai link dia dari situs Islam, justru anda menjatuhkan si bung Hillman, kesannya Hillman copas abiss...

dan kalo belajar agama Islam di buku-buku SD, SMP, SMA, transliterasi memang memakai huruf yang global, tapi coba anda baca Juz Amma, Yasin, Tahlilan, atau buku agama lainnya, transliterasi saya ngga beda jauh meskipun tidak diberi koma atas untuk 'ayn, dan sebagainya..

ada baiknya kita sepakati saja bagaimana pelafalan yang benar..
maukah bung Hillman?

ا = alif, a, i, u, aa, ii, uu, an, in, un, mati/panjang..
ب = ba, ba, bi, bu, baa, bii, buu, ban, bin, bun, b..
ت = ta, ta, ti, tu, taa, tii, tuu, tan, tin, tun, t..
ث = tsa, tsa, tsi, tsu, tsaa, tsii, tsuu, tsan, tsin, tsun, ts.. (seperti thank's)
ج = jim, ja, ji, ju, jaa, jii, juu, jan, jin, jun, j..
ح = ha, ha, hi, hu, haa, hii, huu, han, hin, hun, h..
خ = kha, kha, khi, khu, khaa, khii, khuu, khan, khin, khun, kh.. (seperti khusus)
د = dal, da, di, du, daa, dii, duu, dan, din, dun, d..
ذ = dza, dza, dzi, dzu, dzaa, dzii, dzuu, dzan, dzin, dzun, dz.. (seperti dzikir)
ر = ra, ra, ri, ru, raa, rii, ruu, ran, rin, run, r..
ز = zayn, za, zi, zu, zaa, zii, zuu, zan, zin, zun, z.. (seperti zorro)
س = sin, sa, si, su, saa, sii, suu, san, sin, sun, s..
ش = syin, sya, syi, syu, syaa, syii, syuu, syan, syin, syun, sy.. (seperti syarat atau shushi)
ص = shad, sha, shi, shu, shaa, shii, shuu, shan, shin, shun, sh.. (seperti shaghir -bukan syagir-)
ض = dhad, dha, dhi, dhu, dhaa, dhii, dhuu, dhan, dhin, dhun, dh.. (seperti n'dholan (main, jawa) -medok, bukan n'zolan-)
ط = tha, tha, thi, thu, thaa, thii, thuu, than, thin, thun, th.. (seperti pothol (putus, jawa -medok, bukan potsol-)
ظ = zha, zha, zhi, zhu, zhaa, zhii, zhuu, zhan, zhin, zhun, zh.. (seperti zhohar (Zohar, ibrani)
ع = 'ayn, 'a, 'i. 'u, 'aa, 'ii, 'uu, 'an, 'in, 'un, '.. (dari tenggorokan yang ditekan)
غ = ghayn, gha, ghi, ghu, ghaa, ghii, ghuu, ghan, ghin, ghun, gh.. (seperti g tapi ditekan seperti 'ayn)
ف = fa, fa, fi, fu, faa, fii, fuu, fan, fin, fun, f..
ق = qaf, qa, qi, qu, qaa, qii, quu, qan, qin, qun, q..
ك = kaf, ka, ki, ku, kaa, kii, kuu, kan, kin, kun, k..
ل = lam, la, li, lu, laa, lii, luu, lan, lin, lun, l..
م = mim, ma, mi, mu, maa, mii, muu, man, min, mun, m..
ن = nun, na, ni, nu, naa, nii, nuu, nan, nin, nun, n..
ه = ha, ha, hi, hu, haa, hii, huu, han, hin, hun, h..
و = wawu, wa, wi, wu, waa, wii, wuu, wan, win, wun..
ي = ya, ya, yi, yu, yaa, yii, yuu, yan, yin, yun..

tasydid (ـّ) dobel aja, seperti وَاللهِ (wallahi)..

ء = hamzah, boleh kayak 'ayn ('a, 'i, 'u, dst) atau kayak alif (a, i, u, dst) atau -a, -i, -u, -aa, -ii, -uu, -an, -in, -un, -
ة = ta marbuthah, samakan dengan ta..

fat-hah, kasrah, dhammah (َ ِ ُ) dibaca a, i, u (bukan ee, oo)..
fat-hatan, kasratan, dhammatan (ً ٍ ٌ) atau tanwin dibaca an, in (bukan een), un (bukan oon)..
sukun (ْ) huruf lafal kecuali alif (mati)..
mad alif, ya, wawu (ا ي و آ) dibaca aa, ii, uu (bukan ā, ī, ū)..

dan biasakan juga pengucapan yang sesuai lidah dan pembacaan Indonesia dalam tulisan Ibrani,

א = alef, bukan aleph..
ב = bet, b (vet, vejika diberi dagesy)..
ג = gimel, g..
ד = dalet, d..
ה = he, h..
ו = waw, w, bukan vav (v sudah dipakai yang diftong bet dagesy)..
ז = zayin, z..
ח = khet, kh, bukan het, bukan ch..
ט = tet, t..
י = yod, y..
כ = kaf, k, bukan kaph..
ל = lamed, l..
מ = mem, m..
נ = nun, n..
ס = samekh, s..
ע = 'ayin, 'a, bukan ayin..
פ = fe, f, bukan pe, bukan phe..
צ = tsadi, ts (bukan seperti thank's, tapi seperti pizza), bukan tzadi, bukan tz..
ק = qof, q, bukan qoph..
ר = resy, r, bukan resh..
ש = syin, sy, bukan shin..
ת = taw, t, bukan tav..

untuk fatah, qamats, hataf qamats (ָ ַ ֳ) ditulis a..
untuk tserey (ֵ) ditulis ey, bukan ei..
untuk segol, hataf segol, syewa (ֶ ֱ ְ) ditulis e (é dan è disamakan tulisannya jadi e)..
untuk hyiriq (ִ) ditulis i, bukan ee..
untuk syureq dan qubbuts (ּ ֻ) ditulis u, bukan oo..

dagesy (ּ) ditulis v (b diftong v)..
sin dot dan syin dot ditulis '..

gimana? setuju?

HILLMAN wrote:
Ketiganya adalah transliterasi dari :

1. http://quran.myquran.org/index.php?&kat ... arch=latin

shiraatha alladziina an'amta 'alayhim ghayri almaghdhuubi 'alayhim wala aldhdhaalliina

2. http://www.searchtruth.com/chapter_disp ... anslator=6

Sirata allatheena anAAamta AAalayhim ghayri almaghdoobi AAalayhim wala alddalleena


3. http://www.pkpu.or.id/quran.litex.php?o ... t&surano=1

Şirāţa Al-Ladhīna 'An`amta `Alayhim Ghayri Al-Maghđūbi `Alayhim Wa Lā Ađ-Đāllīna


hoo, lalu anda langsung mengiyakan??
lalu anda langsung membenarkan??
dan anda juga mempercayainya??

SAYA MINTA MUSLIM DI SINI JADI SAKSI, BETAPA "TIDAK MAMPU"NYA HILLMAN MEMBACA AL-QUR'AN..

yang saya permasalahkan, bukan huruf-huruf anehnya, bukan huruf yang berbau Inggrisnya, bukan itu..

yang saya permasalahkan, adalah tata baca 'Arabnyaaaaa....

silahkan anda tanya semua Muslim di dunia, tanya ustadz di Masjid sekitar anda, bagaimana bacaan ihdinas sirotol itu....!!!

kalo mau saya benarkan ejaan itu, oke, yang bener kayak gini:

1. shiraatha alladziina an'amta 'alayhim ghayri almaghdhuubi 'alayhim wala aldhdhaalliina

seharusnya: shiraathal ladziina an'amta 'alayhim ghayril maghdhuubi 'alayhim waladhdhaalliin (a)..

2. Sirata allatheena anAAamta AAalayhim ghayri almaghdoobi AAalayhim wala alddalleena

seharusnya: Siratal latheena an'amta 'alayhim, ghayril maghdoobi 'alayhim waladdalleen (a) --> ini saya perbaiki sambung menyambungnya, meskipun masih ada perbedaan ucapan..

3. Şirāţa Al-Ladhīna 'An`amta `Alayhim Ghayri Al-Maghđūbi `Alayhim Wa Lā Ađ-Đāllīna

seharusnya: Şirāţal Ladhīna An'amta 'Alayhim, Ghayril Maghđūbi 'Alayhim wa Lāđ Đāllīn (a)..

coba anda perhatikan perbaikan saya nomer 1, sesuai dengan ejaan saya:

Andhika Muslim wrote:shiraatal ladziina an'amta 'alayhim, ghayril maghduubi 'alayhim waladhdhaalliin (a) -akhiran ga usah dibaca-


anda perhatikan di bagian mana yang salah dari myquran itu!!,
hanya sambung-menyambung bung Hillman...

myquran sengaja memisahkan alif lam supaya terlihat awalan alif lam...


HILLMAN wrote:Ha..ha... :lol:

Menutup malu mas Andhika?

Jangan kalap... :lol:

Dngan ini saya semakin mengerti bagaimana rasanya senior-senior FFI menghadapi type manusia seperti ini. Memang dibutuhkan kesabaran lebih. :lol:

Salute untuk senior-senior FFI, dan mohon maaf kalau saya pernah sedikit protes "ketegasan" kalian semua.

Wassalam


nah, ini diaa..
kebiasaan kafir, kalo mentok, ngata-ngatain dah..
hahaha..

udah jadi adat masyarakat kafir FFI yah?

masih mau saya tampilkan kebodohan anda lagi mas Hillman??,
silahkan, Muslim sudah bisa melihat dengan jelas mas...
dan anda juga saya rekomendasikan untuk tamat IQRO 1 terlebih dahulu yah mas..
hihi..

أحيانا هناك شبه الشعب الذكية لتوفير المادة لمعرفة الحقيقة على ما يبدو ما يبرره

لكن الحقيقة هي واحدة

HILLMAN wrote:Maaf, sesuatu yang kosong memang bergema... :lol:


buktikan diri anda memang berisi alias tidak kosong...

bisakah anda beri harakat pada tulisan ini:

هذه مبادئ السماوات والأرض حين خلقت، يوم عمل الرب الإله الأرض والسماوات. كل شجر البرية لم يكن بعد في الأرض، وكل عشب البرية لم ينبت بعد، لأن الرب الإله لم يكن قد أمطر على الأرض، ولا كان إنسان ليعمل الأرض

dan bisakah anda translitkan tulisan ini:

نـَمَـى سـَيـَا حـِلـْمـَانْ يـَنـْغْ تـِدَكْ بـِسـَا مـَمـْبـَجَى القـُرْآنْ تـَفـِيْ سـُوْكْ بـِسـَا مـَنـَرْجـَمـَهـْكـَانْ القـُرْآنْ


HILLMAN wrote:Tanda tasyid = merubah kata kerja yang tidak membutuhkan objek, menjadi butuh dan objeknya adalah Al Sa,mawatu yang sudah marifat.


anda semakin ngga nyambung.. saya ragu anda mengerti perbedaan antara tajwid, nahwu, dan sharaf..
tasydid itu tajwid, sama sekali ngga ada hubungannya dengan nahwu, apalagi sharaf..
tasydid itu "menyambung huruf yang sebelumnya dengan huruf yang berikutnya"..

contoh ya:

1. fii (di dalam) dengan al-diin (agama), diberi tasydid pada huruf dal, maka dibacanya fiddiin (فـِيْ الدِّيـْنَ)
2. wa (dan atau demi) dengan al-lah (Allah), diberi tasydid pada huruf lam kedua, maka dibacanya wallah (وَاﷲِ)

perhatikan, pada al-samaawaatu, ada tasydid pada huruf sin, berarti dibacanya as-samaawaatu..

HILLMAN wrote:Anda sudah menjawab sendiri. Kenapa anda menuliskan masyaaa' Allaah bukan masyaallah?


hahahahahahahahahahaha...

anda sudah terjebak dengan pertanyaan saya..
anda mengira bahwa huruf a kapital (A) pada tulisan latin Allaah adalah alif pada kata "Allah" (alif lam lam ha) sehingga sepintas terlihat membenarkan tulisan anda bahwa faragh dan Allahu dibaca terpisah yaitu Faragha Allahu..

kita cek yuk:

مـَاشـَـآءَ اﷲُ


ada 2 kata:

1. maasyaa'a..
2. Allahu..

lihat pada alif kata Allah, tidak ada harakat sama sekali..
sesuai hukum tajwid Alif Lam Syamsyiyah, maka cara membaca yang sebenarnya adalah maasyaa'allaah bukan Masya' Allah..

karena saya dan anda sudah terbiasa menulis latinnya "Masya' Allah", maka saya sengaja menuliskan latin yang biasanya anda dan saya dan kaum Muslim lain menulis latinnya..

HILLMAN wrote:Tidak perlu panjang-panjang mas, saya berikan contoh mudah saja :

1. Penggunaan kata yawmis sab'i

http://www.google.com/search?&hl=en&q=y ... tnG=Search

2. Penggunaan kata الْيَوْمِ السَّابعِ - Yaumil Sab'i = Seventh day = Hari ke tujuh, perhatikan kata yang saya bold yang merupakan kata tunjuk إِلى illa = ke, yang diidlofatkan dengan kata سبع - sab'un = tujuh, dan sebab itu harus diucapkan Yaumil Sab'i = hari ketujuh, bukan menjadi hari tujuh jika di ucapkan yawmi sab'i.

Karena kata itu bukanlah kata Alif Lam tetapi Illa = ke. Belajar yang tekun ...


tuh kan, ke sharaf lagi, padahal sama sekali NGGA ADA HUBUNGANNYA antara TAJWID dengan NAHWU dan SHARAF..

saya benarkan bahwa as-sab'i di atas artinya "ketujuh"..

tapi saya koreksi yah mas:

1. "illa" itu artinya "kecuali" BUKAN "ke" (اِﻻَّ), ada huruf alif-lam-alif..
2. kalo ke, itu "ila", ngga dabel L (اِلـَى), ada huruf alif-lam-alif maqshurah..
3. nah kalo alif lam, ILMU TAJWID SAMA SEKALI NGGA MEMBAHAS ILA, yang penting huruf yang tertera adalah alif dan lam (ال)

mari kita cek, apakah as-sab'i itu BUKAN alif lam??

السَّابعِ

kita telanjangin hurufnya:

ا ل س ا ب ع

(alif - lam - sin - alif - ba - 'ayn)

perhatikan awalannya, alif lam kan??..

saya kasih salah satu macam tajwid, yaitu ALIF LAM..
alif lam adalah hukum bacaan yang setiap katanya di awali huruf alif dan lam, ada 2 macam alif lam:

1. ALIF LAM QAMARIYAH: adalah alif lam yang apabila bertemu dengan huruf alif, ba, jim, ha, kha, 'ayn, ghayn, fa, qaf, kaf, mim, ha, wawu, ya, maka lam-nya TERBACA JELAS.. biasanya, huruf-huruf itu TIDAK DIBERI TASYDID.. jika dilatinkan, biasanya berawalan "al", contoh: Al-Battani, Al-Islam, Al-Hamdu, Al-'Injiil, Al-'Ardh, Al-Mawt, Al-Khawf, Al-Amin, Al-Ghafur, Al-Qamar, Al-Qur'aan, Al-Waqt, Al-Jumuu'ah, dlllll... liat aja klasifikasinya aja dinamai Alif Lam Qamariyah (Al-Qamariyah)..

2. ALIF LAM SYAMSIYAH: adalah alif lam yang apabila bertemu dengan huruf selain yang di atas, maka lam-nya dianggap TIDAK ADA.. .. biasanya, huruf-huruf itu diberi tanda tasydid... jika dilatinkan, maka lam sama sekali dianggap TIDAK ADA, contoh: AS-SAMAAWAATU, Ash-Shabuur, Ats-Tsaqafiy, At-Tawraat, Az-Zabuur, Al-Lah (Allah), As-Samaad, As-Sinaa, Ar-Rayyaan, Asy-Syafaa'at, Asy-Syuraa', Ath-Thabary, An-Nawm, An-Nisaa', Asy-Syams, dlllll... liat aja klasifikasi ini dinamai Alif Lam Syamsiyah (Asy-Syamsiyah)..

jadi, yang benar adalah yawmis sab'i BUKAN yawmil sab'i..

HILLMAN wrote:Kalau anda baca apa adanya maka anda tidak akan tiba-tiba menanyakan "jamii'i nya kemana?".
Sedangkan tulisan yang anda copy paste tidak menuliskan kata tersebut, darimana anda tahu jamii'i itu ada, kalau bukan sebelumnya ada contekan.


kita ga usah perpanjang masalah ini, pada postingan saya sebelumnya, anda sudah saya sarankan untuk memberi soal pada saya untuk saya salin ke tulisan latin supaya tidak ada contek-menyontek...

HILLMAN wrote:Saya yang bingung dimana anda belajar?

Contoh kalimat:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ


Kata لِلَّهِ dalam kalimat mendapat tanda kasroh, kalimat ini dibaca:

alhamdulillaahi robbil'aalamiin

Bandingkan dengan teori anda yang menyatakan akhiran i tidak usah dibaca. Ngaco.


saya semakin bingung dengan anda.. anda sendiri mengakui bahwa AKHIRAN TIDAK DIBACA.. buktinya ada dalam postingan anda, anda menulis latinnya, bahkan secara tidak sadar AKHIRAN A TIDAK DIBACA:

alhamdulillaahi robbil'aalamiin

kenapa tidak ditulis

alhamdulillaahi robbil'aalamiina ??????

AL-HAMDU LILLAAH jika mentok sampai kata lillah, maka, akhiran kasrah (i) tidak dibaca...
pernahkah anda mendengar orang Muslim apabila diberi ni'mat dan bersyukur mengucapkan: "Alhamdulillahi" ??
semuanya mengucapkan "Alhamdulillah" atau "Alhamdulillahi rabbil 'alamin"...

tapi jika AL-HAMDU LILLAAH ada sambungannya, maka akhiran kasrah (i) dibaca, namun akhiran kata itu tidak dibaca.. seperti:

1. Al-hamdu lillaahi rabbil 'aalamiin BUKAN Al-hamdu lillaahi rabbil 'aalamiina..
2. Al-hamdu lillaahi hamdan katsiiran mubaarakan fiih BUKAN Al-hamdu lillaahi hamdan katsiiran mubaarakan fiihi..
3. Al-hamdu lillaahil ladzii ahyanaa ba'damaa amaatanaa wa ilayhin nusyuur BUKAN Al-hamdu lillaahil ladzii ahyanaa ba'damaa amaatanaa wa ilayhin nusyuuru..

bahkan, anda pun mengakui sendiri bahwa setiap tulisan 'Arab yang berada di akhiran sebuah kalimat, maka harakatnya TIDAK DIBACA...

contoh, anda menulis:
1. Masya' Allah, kenapa ngga masya'allahu?
2. Insya' Allah, kenapa ngga insya'allahu?
3. Afwan, kenapa ngga afwanu atau afwana?

saya menulis syukran, anda tidak mengomentari, padahal akhiran nun pada syukran ada tanda dhammah (u) yang apabila bukan akhir sebuah kalimat, maka dibaca syukranu..

bukti lainnya, pernahkah anda mendengar akhiran azan seperti ini:
1. allahu akbarullaahu akbaru
2. asyhadu allaa ilaaha illallaahu
3. asyhadu anna muhammadar rasuulullahu
4. hayya ‘alas shalaati
5. hayya ‘alal falaahi
6. ash-shalaatu khayrum minan nawmi
7. laa ilaaha illallahu
??

semuanya ngga ada satupun YANG TANDA PADA HURUF AKHIRANNYA DIBACA.. sekarang yang ngaco itu siapaa??

HILLMAN wrote:
Empat jempol buat anda.... :lol:


Btw anda adalah orang yang kesekian....kali, yang tidak berani membahas tulisan saya diawal thread, malah sibuk meributkan hil yang mustahal...dan klaim kosong "kemenangan" * , membuktikan tulisan tersebut adalah fakta nyata.. :lol:


sekarang gini aja mas Hillman,

ada orang yang ga bisa tambah-tambahan, kurang-kurangan, kali-kalian, bagi-bagian, apalagi operasi aljabar yang lain, tau-tau orang itu malah berkoar-koar tentang TEORI RELATIVITAS di depan orang yang sama-sama ngga bisa tambah-tambahan, kurang-kurangan, kali-kalian, bagi-bagian, apalagi operasi aljabar yang lain, SEOLAH-OLAH orang itu pandai dan hebat fisika…

ada juga orang yang ga ngerti sama sekali apa itu database, ga ngerti algoritma, bahkan ngga mampu berlogika, lantas orang itu malah berkoar-koar tentang MYSQL atau ORACLE di depan orang yang sama-sama ngga ngerti apa itu database, SEOLAH-OLAH orang itu pandai dan hebat teknologi informatika…

tapi sayangnya kedua kasus di atas adalah sebuah gambaran dari fakta, ada seseorang berinisial H yang ga bisa membaca tulisan ‘Arab, apalagi Al-Qur’an, bahkan tidak tau apa itu hokum tajwid yang dikiranya adalah salah satu cabang gramatika (nahwu sharaf), tau-tau orang itu berkoar-koar tentang KESALAHAN TERJEMAHAN AL-QUR’AN di depan orang-orang kafir yang saya yakin juga sama-sama ngga bisa membaca tulisan ‘Arab, SEOLAH-OLAH si H itu pandai dan hebat dalam BAHASA ‘ARAB khususnya ‘ULUMUL QUR’AN…

waw, fenomena yang sebenarnya sering terjadi namun jarang terungkap… seandainya artikel anda dibaca seorang ahli sastra ‘Arab, bahkan lebih spesifik yaitu ahli Tafsir, apakah mereka akan menertawakan anda dalam hati, atau memperbaiki kesalahan anda, atau mengajarkan anda, atau yang lainnya… wallahu a’lam

HILLMAN wrote:Dan pola yang anda gunakan adalah sama, dengan mencoba mengadu domba antar sesama peng-kritik Islam, sengaja mengaburkan topik dengan pembahasaan yang tidak perlu, memancing emosi agar "dijual" di situs Islam bahwa netter pengkritik Islam memaki-maki dan terakhir benar atau salah klaim kosong netter peng-kritik Islam dikalahkan olehnya, lucunya bangga mendapat puja dan puji dari netter pengikut Islam di situs tersebut. :lol:

Jadul.... :lol:


Note: * Saya tidak memperdulikan kalah menang di tulisan saya, yang terpenting pengetahuan ini tersampaikan. :lol:


tapi sayangnya anda bukan sharing pengetahuan melainkan ngotot dengan ilmu yang anda anggap sudah mapan…. seandainya anda berniat tukar pikiran, maka saya pun akan meladeni dengan lapang dada dan insya’ Allah sabar… tapi dari sekian tulisan anda, semuanya membuktikan anda nekat berdebat dengan ilmu pas-pasan yang anda klaim sendiri sudah mahir sehingga tulisan saya ngotot disalahkan terus tanpa dipikir-pikir dengan matang….

wahai orang-orang kafir FFI, inilah orang yang anda sekalian saluti, yang anda sekalian kagumi, yang anda sekalian puji "hebat" kepadanya dan sayalah orang yang anda sekalian selalu cemoohkan…

pikirkanlah matang-matang sebelum anda memuji seseorang atau mencemoohkan seseorang.. jika seandainya anda sekalian minimal bisa membaca tulisan 'Arab, bahkan anda akan mendahului saya untuk mengomentari tulisan bung Hillman....

saya bukan ahli bahasa ‘Arab, saya bukan penerjemah, saya hanya menerima mata kuliah bahasa ‘Arab di kampus saya dengan nahwu sharaf juz 7 (tentang mudzakkar dan mu’annats, sifat-sifatnya, dll) –total semua juz ada 12, dan semester ini mau juz 8 lalu semester berikutnya saya tidak menerima mata kuliah Bahasa ‘Arab lagi sebab saya sudah mulai spesifikasi ke jurusan- dan menerima pelajaran membaca Al-Qur’an dulu sejak kecil dengan diawali IQRO 1 yang alhamdulillah (bukan alhamdulillahi) atau alhamdulillahi rabbil 'aalamin sampai Al-Qur’an juz 30..

sumber :Answering-ff.org