Muslim Menjawab tuduhan Ali Sina (2)

Ali sina Menulis

Islam hanyalah kebohongan. Tuhannya bohong2an dan nabinya adalah tukang bohong. Dia bukan hanya pembohong saja, tapi juga orang yang sangat jahat. Banyak yang menganggap bahwa Yesus Kristus adalah tokoh dongeng dan agama Kristen adalah kisah dongeng. Meskipun aku yakin bahwa Yesus benar2 ada dan banyak kisah tentang dirinya memang benar2 terjadi, tapi aku yakin sekali bahwa sebagian besar agama Kristen adalah dongeng belaka. Kisah tentang perawan yang melahirkan bayi, Yesus yang jalan di atas air, merubah air jadi anggur atau kebangkitan orang mati dan naik ke surga adalah kisah2 bagi orang yang suka dongeng. Para jemaat pertama mestinya telah menambahkan kisah2 itu agar agamanya tampak lebih indah dan menarik. Orang2 yang tak banyak pikir mudah percaya akan kisah2 dongeng seperti itu. Hal ini banyak terjadi di masa lampau karena kebanyakan orang2 buta huruf dan tidak berpendidikan. Tapi jika kita singkirkan semua dongeng2 itu, intisari ajaran Kristen tidaklah jelek. Agama Kristen mengajarkan cinta kasih dan pemberian maaf. Saat ini banyak psikologis, para pembimbing rohani dan pembicara2 pembangkit motivasi yang menyampaikan pesan yang sama. Kau harus menyingkirkan sikap mementingkan diri, melihat keindahan dalam segala hal dan mengasihi. Kasihi tetanggamu, kasihi sesamamu manusia, kasihi dirimu sendiri, kasihi isi dunia, dan belajar untuk memaafkan – tidak hanya memaafkan orang lain, tapi juga memaafkan diri sendiri.

Jika kau mengupas agama Kristen dari segala dongeng2 dan takhayul2, dan memisahkannya dari tindakan2 yang dilakukan gereja, maka kau akan melihat bahwa agama Kristen mengajarkan hal yang baik. Ada seorang muda yang agak eksentrik dan mungkin seperti dirimu juga, yang cepat gusar melihat kebodohan orang2 dan cepat menghardik mereka. Tapi di luar kekurangannya sebagai manusia, apa yang diajarkannya tidaklah jahat. Dia adalah seorang Rabi. Dia menyebut dirinya anak Tuhan, sama seperti aku memanggil diriku anak Jagat Raya. Tidak tampak bahwa dia ingin menempatkan dirinya lebih tinggi dari orang lain. Dalam pAndangannya semua orang adalah anak Tuhan. Di kemudian hari, para pengikutnya karena besarnya rasa cinta mereka, menambahkan kisah2 muzizat tentang dirinya dan menaikkan posisinya menjadi sama dengan Tuhan. Begitu kau memisahkan kenyataan dari karangan yang ditambahkan umat Kristen dalam agama Kristen, maka kau dapatkan bahwa intisari ajaran Kristen adalah cinta kasih.

Apakah yang tersisa dalam Islam jika kau memisahkan kenyataan dari karangan? Begitu kau buang kisah2 dongeng konyol tentang membelah bulan dan naik ke surga tingkat tujuh untuk tawar-menawar dengan Allah tentang berapa kali Muslim harus berdoa dan segala khayalan lainnya, kau dapatkan bahwa Islam tidaklah lebih daripada kebencian, kekerasan dan teror. Nabinya yang psikopath narsisis tidak mengerti tentang cinta kasih. Dia hanya mengerti rasa takut. Islam adalah agama yang berlAndaskan rasa takut.

Jika kau bandingkan kisah hidup Yesus dan kisah hidup Muhammad, kau akan lihat bahwa keduanya sangat bertentangan. Yang satu adalah contoh kebaikan, sedangkan yang lainnya adalah wujud asli kejahatan. Ini bagaikan membandingkan apel dengan jeruk. Kita bicara tentang dua kutub yang berbeda nih.


Muslim 'Kristentelahkalah' Menjawab

Anda berkata, “Islam hanyalah kebohongan. Tuhannya bohong2an dan nabinya adalah tukang bohong.”.

Anda tahu dari mana bahwa tuhan Islam adalah palsu dan nabinya pun adalah palsu? Begitu banyak literature Muslim dan sekuler yang berhasil membuktikan bahwa apa yang ada dalam injil bukanlah apa yang dibawa oleh Jesus. Kaum yahudi sampai sekarang berkata bahwa Jesus adalah tuhan palsu, buktinya, sampai sekarang mereka masih eksis sebagai orang yahudi, yang artinya menolak bahwa Jesus adalah tuhan. Sekarang, siapa yang palsu? Mengapa Anda lebih memilih pendirian yang Anda buat sendiri untuk menyatakan bahwa Islam hanyalah kebohongan, dan menolak pendirian kaum tradisionalis yahudi yang menyatakan bahwa agama Kristen hanyalah kebohongan? Subjektivisme?

Kemudian kalau Anda berkata bahwa Tuhan Islam adalah palsu, maka Anda butuh pertolongan yang kelewat besar! Anda telah menolak terlalu banyak kesempatan untuk berdialog dengan banyak intelektual termasuk Muslim. Intinya adalah, Anda hanyalah seorang yang terlanjur hanyut di dalam hayalan dan kebencian Anda sendiri. Anda yang menentang kebencian (yang konon ada dalam Islam) justru memprogAndakan dan memaksakan kebencian Anda terhadap Islam kepada orang lain lagi.

Anda berkata, “Para jemaat pertama mestinya telah menambahkan kisah2 itu agar agamanya tampak lebih indah dan menarik”. Ini adalah kalimat Anda sendiri, dan tentunya Anda harus dapat mempertanggungjawabkannya kali ini.

Kebodohan Anda tampak jelas di dalam kalimat ini. “Para jemaat pertama mestinya telah menambahkan kisah kisah itu agar agamanya tampak lebih indah dan menarik”, berarti Kristen adalah agama yang tidak dilindungi tuhan (buktinya dapat diperdaya oleh manusia manusia kotor), dan lebih parah lagi, Kristen adalah agama yang tidak dapat lagi dipertanggungjawabkan keasliannya. Bukan begitu, Rasul Ali Sina yang cerdas?

Logikanya adalah, kalau memang terbukti bahwa Kristen bukanlah agama tuhan, maka mau tidak mau kita harus menerima Islam sebagai agama tuhan. Anda ingin memaksakan kehendak Anda, bahwa agama Kristen bukanlah agama Tuhan karena berisi dengan kepalsuan, tapi tetap Anda ingin semua orang beralih ke agama Kristen ini. Bagaimana saya harus bersikap terhadap Anda?

Dasar pemikiran Anda adalah bahwa Anda membenci agama Islam karena berisi kekerasan. Mengapa Anda berfikir bahwa kelak semua orang hanya mencari “anti kekerasan” tanpa memperhitungkan ORIGINALITAS dan KEABSAHANNYA? Baiklah kita katakan bahwa Islam berisi kekerasan, namun Anda tidak dapat memungkiri bahwa Islam berisi originalitas dan kebenaran yang amat kokoh. Itu adalah segala sesuatu yang paling dicari oleh semua orang. Kemudian pasti Anda akan berkata bahwa tidak ada kebenaran dalam Islam, karena Islam tidak lain hanyalah persepsi besar yang mengusung kebohongan dan kepalsuan. Di antara begitu banyak intelektual non Muslim yang menyatakan bahwa Islam adalah masa datang bagi peradaban dunia, tiba tiba Anda ingin meninggikan diri Anda sendiri dengan menyatakan bahwa Islam adalah kepalsuan? Atau, apakah Anda memerintahkan agar semua intelektual Muslim dan non Muslim (dan public yang lebih luas lagi) hanya mematuhi perkataan Anda saja, bukan yang lain? Apakah Anda sedang membuat lawakan?

Kemudian Anda berkata,
“Jika kau mengupas agama Kristen dari segala dongeng2 dan takhayul2, dan memisahkannya dari tindakan2 yang dilakukan gereja, maka kau akan melihat bahwa agama Kristen mengajarkan hal yang baik”.

Dengan tegas Anda mengakui bahwa Kristen telah tercampur dengan segala kenistaan. Dan sekarang Anda memaksa kaum Muslim untuk menerima kenistaan tersebut? Anda menganggap mudah atas suatu pekerjaan untuk memisahkan antara Kristen dari segala dongeng dan takhayul. Taruh kata tetangga Anda yang Muslim bersedia masuk Kristen dengan pesan dari Anda bahwa dia harus pAndai memisahkan antara Kristen dengan dongeng dongengnya. Pertanyaannya, apakah nanti kelak tetangga Anda itu dijamin akan dapat melakukannya? Kelak dia akan menjadi Kristen yang taat. Artinya, kelak dia tidak akan dapat lagi membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang firman dan mana yang pekerjaan setan. Bagaimana Anda dapat menjamin bahwa pekerjaan itu akan menyelamatkan lebih banyak manusia?

Lagi pula, apakah gereja memberi mAndate kepada Anda untuk memerintahkan semua anak manusia untuk selalu memisahkan antara Kristen dengan dongeng dongengnya? Atau apakah justru gereja telah melakukannya sejak dahulu kala? Kalau pun seorang Kristen memisahkan antara Kristen dengan dongeng-dongengnya, maka apakah itu tidak akan mendapat tentangan dari gereja lebih luas?

Anda berkata, “Tapi di luar itu semua, Kristen pada bagian intinya mengajarkan cinta kasih, toleransi dan saling memaafkan”.

Bagaimana dengan Islam, menurut Anda? Apakah Anda ingin menegaskan bahwa Islam pada bagian intinya mengajarkan kebencian (bukannya cinta kasih), pemaksaan agama (bukannya toleransi) dan balas dendam (bukannya saling memaafkan)? Dari mana Anda memperoleh latar belakang informasi itu? Betapa banyak artikel yang tersedia secara bebas di internet yang mengisahkan bahwa Islam adalah agama cinta kasih toleransi dan saling memaafkan, tapi Anda tidak pernah membacanya sebagai bahan renungan Anda. Apa sebenarnya yang Anda inginkan?

Anda melalui artikel Anda ini ingin menjelaskan ke semua orang bahwa Islam hanya mengajarkan kebencian. Tanpa Anda sadari justru kebencian Anda tampak lebih jelas dari apa pun dalam perbuatan Anda di FaithFreedom-org ini! Sementara kebencian yang Anda tuduhkan ada dalam Islam tidak dapat Anda buktikan secara ilmiah. Pernahkan Anda berfikir ke arah sana?

Sekarang tentang Islam.
Bagaimana Anda bisa begitu yakin bahwa kisah membelah bulan dan naik ke langit adalah kisah dongeng yang konyol dalam Islam? Dari perkataan Anda saja saya dapat dengan mudah menebak bahwa Anda bukanlah seorang Muslim, dan tidak faham benar tentang Islam, yang artinya, semua perkataan Anda tentang Islam benar-benar tidak dapat dijadikan hukum kebajikan sama sekali. Ingat, bahkan sri paus pun jika menjelek jelekkan Islam, maka perkataannya tidak akan bernilai apa apa di mata umum. Kalau memang Anda menolak iman Islam (seperti menolak kisah membelah bulan dan naik ke langit), maka sebaiknya Anda tidak usah menilai lagi bahwa Islam adalah agama yang buruk. Islam adalah urusan orang Islam dan Kristen adalah urusan orang Kristen. Itu saja seharusnya sudah cukup, bukan?

Tidak ada yang saya lihat di dalam tulisan Anda, kecuali subjektivisme yang amat sempit dan murahan. Anda berkata, Muhammad adalah “Nabinya yang psikopath narsisis tidak mengerti tentang cinta kasih. Dia hanya mengerti rasa takut”. Dari susunan kata seperti itu sudah dapat ditebak bahwa Anda tidak mengerti Islam dan tidak mau mengerti Islam. Maksud saya, Anda ternyata bukanlah seorang ilmuwan, bukanlah seorang juri yang agung, bukanlah seorang peneliti yang hAndal dalam masalah Anda sendiri. Bukan. Anda hanyalah orang yang mencuri waktunya sendiri untuk melakukan hal hal yang tidak ada gunanya bagi siapa pun.

Apakah Jesus mengerti tentang politik? Apakah Jesus mengerti tentang pengobatan? Apakah Jesus mengerti tentang kehidupan berkeluarga? Apakah Jesus mengerti tentang bagaimana mencintai tanah airnya sendiri? Saya rasa hal hal seperti itu tidak saya jumpai dalam Bible. Kebalikannya, Muhammad mengerti tentang politik, membela keluarga, pengobatan, tentang cara mencintai bangsanya sendiri dan masih banyak lagi. Sekarang Anda menyatakan bahwa Muhammad tidak mengerti cinta kasih. Sedangkan Jesus sendiri tidak mengerti sedikit pun tentang pengobatan, politik, etika berdagang, bagaimana mungkin Jesus menjadi pilihan terbaik?

Baiklah kita katakan bahwa Jesus mengerti cinta kasih, dan hanya mengajarkan cinta kasih. Pertanyaan saya adalah, apakah umat manusia hanya sebatas sekelompok anak kecil yang tidak butuh perniagaan, pAndangan politik, cara cara menghormati bangsanya, cara mengobati yang sakit dan masih banyak lagi permasalahan dalam hidup? Coba Anda renungkan. Dunia sekarang ini berperang melawan korupsi. Muhammad dalam banyak ajarannya menyatakan secara tegas bahwa korupsi adalah haram dan pelakunya akan masuk Neraka. Bagaimana dengan Jesus? Apakah Jesus mempunyai pesan yang sama dengan yang dibawa Muhammad? Apakah cinta kasih semata akan cukup untuk membasmi tindak korupsi?

Buat apa sih cinta kasih harus diajarkan? Buat apa sih mengajarkan anak kecil menangis? Bukankah nanti si kecil akan tahu secara alamiah bagaimana caranya menangis? apakah pernah ada seorang dokter mengajarkan anak yang baru lahir bagaimana caranya menangis yang benar?? Apakah dokter itu kurang kerjaan atau kurang pendidikan? Apakah Anda dapat memahami maksud saya?

Sekarang mari kita membandingkan kehidupan antara Muhammad dan Jesus. Muhammad mempunyai kehidupan yang sempurna yaitu 23 tahun selama ia menjalani tugasnya sebagai nabi. Sementara Jesus hanya sampai tiga tahun, tiga tahun yang amat tidak berdaya karena selama itu Jesus harus hidup sebagai pengemis, tidak mempunyai kekuasaan baik secara politik mau pun social, sahabatnya hanya segelintir, ia tidak kuasa untuk membuat hukum karena ia bukanlah siapa siapa, oleh karena itu ia tidak mengerti hukum dan tidak mengerti tentang konflik dan bagaimana caranya mengatasi konflik. Muhammad mempunyai itu semua.

Sekarang apakah pantas bagi kita untuk membandingkan antara Jesus dengan Muhammad? Atau, mengapa kita harus membandingkan antara Muhammad yang sempurna dalam tugas dan kehidupannya dengan Jesus yang jauh dari sempurna? TIGA tahun! Apa yang kita dapat dari tiga tahun dari seorang yang miskin dan lemah dan tidak mempunyai hak hak sebagai pemimpin? Jesus hanya mempunyai kata kata dalam tiga tahun. Kata kata??? Siapa sih yang tidak bisa memberikan kata kata, hanya kata kata? Gembel di pinggir jalan pun dapat memberi Anda nasehat yang jempolan!! Tidak kah Anda pahami itu?

bersambung

0 comments: