Muslim Menjawab tuduhan Ali Sina (3)

Ali Sina Menulis

Berdasarkan semua pertimbangan, sudah jelas merupakan kesalahan besar untuk membandingkan agama Islam dengan agama Kristen. Jikalau agama Kristen tetap bertahan dari segala kritik, tidak begitu nasibnya dengan agama Islam.

Apa pesan2 luhur dalam agama Kristen yang membuatnya layak dipertahankan. Bahkan sebagai seorang atheis dan rasionalis, aku singkirkan segala dongeng khayalan yang meliputi Kristen dan aku menghargai keindahan dan ajaran spiritualnya. Seringkali aku mengutip ajaran Yesus, bukan karena “kekuasaanNya” tapi karena memang ajaran2 ini bagus. “Kasihi tetanggamu”, “ampunilah kesalahan orang lain agar dirimu diampuni pula”, “Kau dilarang berbuat dosa, Kukatakan padamu untuk tidak memikirkan perbuatan dosa karena dengan begitu kau telah berbuat dosa dalam pikiranmu”, “Biarlah dia yang tidak pernah berbuat dosa melemparkan batu pertama”, “Hanya kebenaran yang dapat membuatmu merdeka”, dan banyak lagi. Ini adalah ajaran2 yang luhur. Umat manusia mendapat banyak manfaat dari ajaran ini. Dunia akan jadi tempat yang lebih baik jika ajaran2 ini diterapkan dengan tulus hati.

Kebanyakan agama2 lain seperti Hindu, Buddha, Yudaisme, Sikh, Zoroaster, Baha’i, dll mencampurkan hal2 yang baik dan jelek. Kau dapat membandingkannya sendiri satu sama lain. Banyak kotoran berserakan di sekitarnya, tapi di dalamnya terdapat batu2 permata dan logam2 mulia.

Tiada hal yang baik dalam Islam. Islam adalah kejahatan semata yang dapat langgeng karena rasa takut. Tidak saja ajaran Islam itu jahat, tapi bahkan Muhammad adalah seorang monster. Kau tidak dapat mengatakan hal yang sama terhadap pendiri agama besar lain. Muhammad lebih jahat daripada kebanyakan ketua2 aliran sesat. Dia bisa dibandingkan setara dengan Shoko Asahara dan Charles Manson. Jadi kau lihat bahwa ada perbedaan fundamental antara Islam dan agama lainnya.


Muslim 'Kristentelahkalah' menjawab :

Tidak ada yang saya tangkap dari paragraph ini kecuali betapa curangnya dan piciknya Anda dalam menilai Islam. Mengapa Anda begitu yakin bahwa di dalam Islam tidak ada ajaran yang “human friendly”? Anda berkata, “Islam adalah kejahatan semata”.

Coba Anda renungkan.
Sahabat bertanya kepada Muhammad,
siapakah yang harus saya hormati pertama kali?
Muhammad menjawab,
Ibumu (kali pertama).
Lalu siapa lagi?
Ibumu (kali kedua)..
Lalu siapa lagi?
Ibumu (kali ketiga)..
Lalu siapa lagi?
Ayahmu.

Pada kisah ini, Muhammad menempatkan ibu pada posisi yang amat penting. Bagaimana dengan Jesus? Apa pesan Jesus tentang bakti seorang ibu? Sebenarnya apa yang Anda inginkan?

Pada kisah lain, Muhammad berkata,
Jika dua hamba Tuhan bertemu, barang siapa yang pertama kali mengucapkan salam maka dialah yang lebih mulia di mata Tuhan.
Apa komentar Anda mengenai ajaran seperti ini?

Kisah lain, Muhammad berkata,
Malaikat rahmat akan berada beserta dua (atau lebih) hamba Allah, hingga mereka berpisah….
Pada ajaran ini, Allah menekankan betapa pentingnya arti kerukunan dan kebersamaan. Bagaimana dengan ajaran Jesus? Sebenarnya apa yang Anda inginkan?

Kisah lain, Muhammad berkata,
jika dua anak manusia bersekutu untuk berbuat kebajikan, maka Allah adalah Yang ketiganya. Jika tiga anak manusia bersekutu untuk berbuat kebajikan, maka Allah adalah Yang keempatnya.
Pada ajaran ini, Islam menggariskan bahwa Allah selalu bersama dengan orang orang yang berbuat baik. Bagaimana dengan ajaran Jesus? Sebenarnya apa yang Anda inginkan?

Pada kisah lain, Muhammad berkata,
Sebaik baik kamu adalah yang bermanfaat bagi orang banyak.
Bagaimana dengan ajaran Jesus? Sebenarnya apa yang ingin Muhammad katakan supaya Anda merasa benar?

Pada kisah lain, Muhammad berkata,
Bayarlah upah pekerja pekerjamu, sebelum kering keringat mereka.
Bagaimana dengan Jesus? Pernahkah Jesus menunjukkan keadilannya terhadap para pekerja?

Muhammad sudah katakan semuanya. Tapi Anda mempunyai kekurangan dalam hal kecerdasan emosional. Seharusnya Anda meminta pertolongan.

Masih banyak lagi kisah lainnya tentang betapa Muhammad adalah tokoh yang sangat human friendly. Tapi tampaknya permasalahan ada pada pihak Anda. Dan begitu banyaknya kisah Muhammad yang tertulis dengan indah di semua buku yang siapa pun dapat membelinya dengan bebas, tetap itu tidak dapat mempengaruhi Anda. Tidak ada yang ingin Anda katakan kecuali kebencian terhadap Muhammad. Sekarang, dapatkah Anda menjelaskan kepada saya, Muhammad yang mengajarkan kebencian, atau Anda yang memaksakan kebencian Anda terhadap Muhammad kepada lebih banyak orang lagi?

Anda membangga banggakan Jesus, “ampunilah kesalahan orang lain agar dirimu diampuni pula”.
Ada satu hal yang belum Anda pahami, dan sekarang akan saya katakan. Anda suka atau tidak suka, toh justru dunia ini berjalan menurut ajaran Islam, walau pun banyak tempat di dunia ini dihuni oleh orang Kristen, bukan Muslim, dan pada banyak kasus, mereka tidak sadar sama sekali bahwa system yang mereka adopsi berasal dari Islam.

Perhatikan baik baik. Islam berpesan,
“tidak ada dosa bagi kamu untuk menuntut pembalasan, yaitu pembalasan yang setimpal. Namun jika kamu memberi maaf, maka itu lebih baik bagi kamu”.

Message ini menyiratkan, bahwa kita berhak menuntut balas kalau ada yang berbuat keji terhadap kita, sambil Islam juga menegaskan bahwa pemaafan justru lebih disukai. Artinya, Islam memberi hak prerogative kepada korban untuk menuntut balas atau memberi maaf. Islam tidak memaksa umat manusia untuk memberi maaf, karena Tuhan tahu dan sadar akan rasa sakit yang diderita oleh korban sebagai akibat dari kejahatan yang dilakukan orang keji. Islam pun tidak memaksa umatnya untuk menuntut balas.

Singkat kata, message ini memungkinkan adanya lembaga peradilan di dunia. Islam merestui diadakannya lembaga peradilan yang agung di dunia ini.
Di dunia ini, di belahan dunia mana pun, setiap Negara mempunyai lembaga peradilan. Bahkan setiap lembaga peradilan itu diselenggarakan di bawah dan di dalam nama tuhan mereka. Di lembaga peradilan itulah para korban teriak teriak dan nangis nangis meminta agar pelaku kejahatan diberi hukuman seberat beratnya. Keadilan harus ditegakkan.

Sekarang bagaimana pendapat Anda. Kalau pesan Jesus memang memikat dunia, mengapa ada lembaga peradilan di dunia ini? Bukankah Jesus mengajarkan cinta kasih dan pemaafan? Kalau semua orang mentaati pesan Jesus (yaitu cinta kasih dan saling memaafkan), sudah pasti tidak ada lembaga peradilan di dunia ini. Kalau semua orang suka memaafkan atas dasar cinta kasih, buat apa ada lembaga peradilan yang mengusung nama tuhan di dalamnya? Di dalam kerajaan Jesus, lembaga peradilan adalah mustahil!

Tapi kenyataannya lembaga peradilan beranak pinak di dunia ini! Artinya, pesan Islam dijawab oleh dunia dengan gegap gempita karena hanya Islam yang merestui adanya lembaga peradilan berikut dengan para penjagalnya, dan pasti Anda tidak suka dengan hal ini. Apakah Anda terkejut melihat fakta ini? Kalau Anda membenci Islam, seharusnya Anda juga membenci Negara Anda karena menyelenggarakan peradilan, dan sekaligus membenci lembaga peradilannya. Anda munafik!!

Seyakin apa Anda menyatakan bahwa Jesus mengajari pemaafan? Coba perhatikan ayat Bible [Mat 11 : 20 - 24] ini.

11:20 Then began he to upbraid the cities wherein most of his mighty works were done, because they repented not:

11:20 Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya:

==

11:21 Woe unto thee, Chorazin! woe unto thee, Bethsaida! for if the mighty works, which were done in you, had been done in Tyre and Sidon, they would have repented long ago in sackcloth and ashes.

11:21 "Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.

==

11:22 But I say unto you, It shall be more tolerable for Tyre and Sidon at the day of judgment, than for you.

11:22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.

==

11:23 And thou, Capernaum, which art exalted unto heaven, shalt be brought down to hell: for if the mighty works, which have been done in thee, had been done in Sodom, it would have remained until this day.

11:23 Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini.

==

11:24 But I say unto you, That it shall be more tolerable for the land of Sodom in the day of judgment, than for thee.

11:24 Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu."


Di ayat ini, khususnya,
[Mat 11:20. Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya: ], …..

Anda dapat membaca di ayat tersebut bahwa Jesus adalah pribadi pendendam, suka memaksakan kehendak, dan tidak menghargai hak orang untuk mengatur diri mereka sendiri. Apa komentar Anda?

Tidak dapatkah jesus menampakkan kasih sayang dan toleransinya untuk Khorazin, Betsaida, dan kapernaum? Dan tidak dapatkah jesus memohonkan ampun untuk kota kota tirus sidon dan Sodom supaya kota itu tidak binasa dalam amarah tuhan?

Coba Anda perhitungkan. Kalau saja saat itu Jesus mempunyai bala tentara, pastilah Jesus sudah menggempur kota kota yang menolak misinya. Bagaimana Anda bisa berkata bahwa Jesus tidak akan menggunakan militer, sementara ayat di atas dengan jelas menunjukkan pemaksaan Jesus atas penduduk kota betsaida Chorazin dan kapernaum untuk menjadi pengikutnya?

Jesus berkata,
“biarlah mereka yang tidak berdosa menjadi pertama yang melempar batu (menjadi sebagai algojo)”.

Dalam ajaran jesus ini, hanya orang yang bersih dari dosa saja yang dapat menjadi algojo.

Semua Negara mempunyai lembaga peradilan. Semua lembaga peradilan pasti akan berakhir dengan eksekusi. Eksekusi akan menjadi tAnda bahwa keadilan sudah ditegakkan. Eksekusi butuh algojo. Tidak ada Negara yang mempertanyakan kesalehan para algojo, suci atau banyak dosa, tetap para algojo akan diminta oleh Negara untuk menjalankan eksekusi pengadilan.

Algojo adalah manusia belaka seperti Anda dan saya, yang banyak dosa. Kalau hanya orang yang suci dari dosa yang boleh menjadi algojo, maka tidak akan ada eksekusi di dunia ini, dan kemudian tidak akan ada pengadilan di dunia ini, dan akhirnya tidak akan ada keadilan di dunia ini. Akhirnya hanya akan ada kekacauan dan kekanibalan karena hukum sudah tidak bekerja.

Sekarang, di mana letak indahnya ajaran Jesus, “biarlah mereka yang tidak berdosa menjadi pertama yang melempar batu (menjadi sebagai algojo)”. ???

Jesus yang bodoh, atau Anda yang bodoh, atau saya yang bodoh, atau semua Muslim yang bodoh??? Bisakah Anda menjawab saya??

Islam datang ke dunia ini dengan salah satu misinya untuk membersihkan nama Jesus. Semua perkataan perkataan yang edit moderator*) yang ada dalam Bible, seperti yang Anda kutip itu, bukanlah berasal dari Jesus. Tidak mungkin Jesus melarang perajaman sebagai hukuman, tidak mungkin Jesus mewajibkan pemberian maaf, dan tidak mungkin Jesus berkata bahwa yang suci lah yang akan melempar batu untuk pertama kalinya.
Pada titik tertentu dalam paragraph Anda, Anda menulis,
“Umat manusia mendapat banyak manfaat dari ajaran ini”.

Di manakah letak kekuatan dari pernyataan Anda itu? Umat manusia justru mengadakan lembaga peradilan, yang direstui Islam, dan ditentang oleh Bible. Umat manusia justru membutuhkan para algojo yang kesuciannya tidak dipermasalahkan oleh Negara, sesuatu yang ditentang oleh Bible. Manfaat yang mana?

Lebih parah lagi, Anda berkata, “atheis dan rasionalis”.

Jadi, Anda seorang atheist dan mengaku rasionalis?

Apakah pantas seorang manusia menjadi atheis di dunia ini? Dan apakah pantas kata kata seorang atheis didengar oleh dunia, khususnya bagi mereka yang percaya kepada Tuhan? Seseorang tidak akan menjadi atheis kecuali dia mempunyai kekacauan menahun dalam system berfikirnya. Seorang individu yang mempunyai kesehatan mental mustahil menjadi atheis.

Lantas, mengapa Anda memilih untuk menjadi atheis? Apakah alasan Anda untuk menolak mengakui adanya Tuhan? Bagaimana Anda bisa menjelaskan kepada saya bahwa Tuhan itu tidak ada? Apakah Anda yang atheis adalah lebih baik dari saya yang mengakui Tuhan? Bagaimana Anda bisa menjelaskan kepada saya bahwa atheisme adalah suatu kebajikan? Apakah yang membuat beda antara saya berkata kata dengan seorang gila dengan seorang atheis?

Kemudian Anda mengaku rasionalis.
Saya tidak tahu di mana letak rasionalitas seseorang yang tidak mengakui Tuhan. Apakah rasional untuk berkata bahwa Tuhan tidak ada? Dari hal hal seperti ini saja sudah jelas bahwa perkataan dan fikiran Anda benar benar tidak layak untuk didengar.
Mengapa Anda menuntut semua Muslim untuk mendengar perkataan Anda yang atheis, suatu kata yang berarti tidak mengakui akan adanya Tuhan?

bersambung

0 comments: