Muslim Menjawab tuduhan Ali Sina (4)

ALi Sina Menulis :

Kita tidak dapat meniadakan agama. Pada umumnya manusia butuh untuk percaya pada hal yang supernatural. Manusia perlu diyakinkan bahwa nasibnya tidak hanya berakhir di dunia ini dan bahwa dia nantinya akan bergabung kembali dengan orang2 yang dikasihinya. Pikiran bahwa nantinya setelah mati manusia lenyap ke alam hampa tidaklah menyenangkan. Tahun lalu ditemukan sisa2 manusia yang berusia 10.000 tahun. Di sebelahnya terdapat kuburan kucingnya. Ini menunjukkan bahwa kucing bukan hanya kawan manusia yang setia untuk jangka waktu yang lama, tapi juga menunjukkan bahwa kita sebagai manusia percaya ada kehidupan setelah mati. Manusia mampu untuk berpikir dan membuat konsep pemikiran. Orang ini tentunya memerintahkan agar kucingnya yang malang dikubur dengannya sehingga dia tidak kesepian di dunia selanjutnya.

Aku percaya agama2 akan terus ada berabad-abad atau beribu tahun seterusnya. Mungkin agama2 ini akan berubah dan beradaptasi sesuai perubahan waktu. Tapi lain halnya dengan Islam. Islam bukanlah agama tapi adalah gerakan politik dalam selubung agama. Islam menjanjikan kehidupan di alam baka untuk membujuk para pengikutnya mengobarkan perang, membunuh dan dibunuh dengan suka hati dan untuk mengembangkan ambisi megalomaniak pemimpinnya yang sinting. Adalah mudah untuk mengalahkan Islam. Yang perlu kita lakukan hanyalah memberitahu tentang kebenaran. Yang perlu kita lakukan adalah memperlihatkan fondasinya, menyingkirkan pasir2 yang menutupi di bawahnya dan dengan sendirinya Islam nantinya akan runtuh. Kristen dan agama2 lain berakar dari kebajikan. Fondasi agama2 ini kokoh. Tapi Islam tidak punya fondasi seperti itu. Fondasinya hanyalah kebohongan semata dan kejahatan yang murni.

Muslim mengetahui bahwa Islam akan runtuh jika dibuka kebusukannya. Di alam bawah sadarnya, Muslim tahu bahwa Islam adalah bohong melulu dan tidak dapat dipertahankan secara logika. Inilah sebabnya jika kau mengritik Islam, para Muslim jadi panik. Kau dapat mengritik agama2 lain, tapi yang bisa kau lakukan hanyalah menghancurkan ketakhayulan dan kekeliruannya. Fondasi dari agama2 ini tetap kokoh. Bahkan sebaliknya, agama2 ini malah berkembang lebih baik dengan adanya kritik2 tsb dan meninggalkan prinsip2 yang tadinya keliru. Agama2 ini beradaptasi sesuai dengan perubahan jaman. Praktek2 jahat Sati dalam Hinduisme, perajaman dalam Yudaisme dan penyelidikan dalam Kristen merupakan hal2 yang terjadi di masa lalu saja.


Muslim "Kristentelahkalah' menjawab

Tidak ada yang penting dalam paragraph ini. Yang ada hanyalah perkataan seorang atheis yang tidak mengerti tentang Islam yang dinyatakan secara subjektif. Di luar sana, masih banyak atheis yang menghormati Islam. Maka apakah keistimewaan dari Ali sina ini? Anda bukanlah seorang ilmuwan, bukanlah seorang peneliti, bukan juga seorang paus roma.

Anda pun menulis,
“Manusia perlu diyakinkan bahwa nasibnya tidak hanya berakhir di dunia ini dan bahwa dia nantinya akan bergabung kembali dengan orang2 yang dikasihinya.”.

Pada paragraph ini Anda mengakui bahwa manusia butuh agama. Sementara di pihak lain Anda menolak agama dan menolak mengakui adanya Tuhan dengan cara menjadi seorang atheis alias anti Tuhan. Bukankah ada kontradiksi cara berfikir yang amat konyol dalam paragraph ini? Bagaimana Anda bisa hidup dan berfikir secara benar sementara kontradiksi pemikiran masih memenuhi otak Anda? Dan sekarang tiba tiba Anda menghujat Islam melalui cara Anda berfikir. Tidak kah Anda mempunyai malu sedikit pun? Mengurus diri dan cara berfikir Anda sendiri saja Anda tidak mampu. Nah sekarang Anda menghujat Islam seolah Anda tahu segala galanya di dunia ini?

****
Anda berkata, …..”membunuh dan dibunuh dengan suka hati dan untuk mengembangkan ambisi megalomaniak pemimpinnya (yaitu Muhammad) yang sinting”.

Coba Anda renungkan. Jesus mengajarkan kasih sayang sementara ia mengutuk dan mengecam serta memaksakan kehendaknya atas kota betsaida chorazin dan kapernaum hanya karena kota kota itu menolak ajakannya untuk menjadi orang Kristen. Tiba tiba dikatakan kepada kita bahwa jesus mengajarkan cinta kasih dan pemaafan.

jesus menolak untuk mendoakan keselamatan (pemaafan) untuk kota kota tirus Sodom dan sidon padahal sebenarnya sebagai anak tuhan semestinya jesus bisa dan bersedia (Mat 11:22, Mat 11:24).

Jesus mengajarkan bahwa hanya orang yang bersih dari dosa yang dapat menjadi algojo.

Di laih pihak, Muhammad dalam Islam mengajarkan bahwa semua orang akan menanggung akibat dari perbuatan sendiri, dan pemaafan atas dirinya tergantung dari usahanya sendiri. Muhammad mengajarkan bahwa keberadaan algojo amat mutlak dan mustahil ada individu yang bersih dari dosa sehingga hanya dia yang layak untuk dijadikan algojo. Muhammad mengajarkan bahwa tidak memberi maaf adalah dapat dimengerti oleh tuhan dan menuntut balas mendapat restu dari tuhan selama pembalasan itu setimpal, hal mana itu melAndasi eksistensi pengadilan di semua Negara.
Sekarang bisakah Anda menjelaskan, siapa sebenarnya yang sinting, Muhammad atau jesus?.

Paragraph Anda ini hanya menyatakan bahwa Islam identik dengan kekerasan dan kebencian. Di bagian atas tulisan saya, sudah saya kemukakan betapa Muhammad adalah nabi yang amat human friendly. Kesalahan ada pada pihak Anda. Dan itu sangat jelas. Orang bodoh sekali pun akan segera dapat mengetahui bahwa Anda mempunyai kekacauan dalam cara berfikir. Satu pihak Anda mengakui bahwa manusia butuh agama, sementara di pihak lain Anda menentang keberadaan Tuhan. Memalukan.

Di satu pihak Anda menyatakan bahwa Anda adalah atheis. Namun di pihak lain, Anda mengakui bahwa manusia butuh agama, melalui paragraph Anda tentang kuburan kucing. Mengapa Anda begitu sulit untuk diri Anda sendiri untuk dapat diuraikan? apakah pendirian Anda yang membenci Islam itu pantas untuk didengar, sementara Anda sendiri tidak dapat mengatasi permasalahan Anda sendiri?

Sudah berabad abad lamanya orang asing berkata bahwa kelak Islam akan musnah di muka bumi ini. Kenyataannya Islam masih bertahan ribuan tahun sejak orang asing itu mengatakan hal tersebut. Anda pun berkata, “adalah mudah untuk mengalahkan Islam”.
Apakah Anda punya bukti? Sudah ribuan orang sejak jaman dahulu kala selalu menyatakan bahwa adalah mudah untuk mengalahkan Islam. Namun kenyataannya Islam masih eksis hingga kini dengan begitu banyak pengikut. Mustahil Anda benar dengan keyakinan Anda tersebut. Mengapa Anda berfikir bahwa Anda adalah satu satunya orang yang berfikir demikian?

Anda menganjurkan untuk memperlihatkan fondasi (kekejian) Islam ke orang asing sehingga dengan demikian Islam akan runtuh pada akhirnya. Kebalikannya, semakin banyak orang yang mengetahui fondasi Islam, maka akan semakin banyak orang yang tertarik kepada Islam. Anda meleset. Perbuatlah oleh Anda dan teman teman Anda untuk memperlihatkan fondasi (kekejian) Islam ke lebih banyak orang asing, maka tanpa Anda sadari Anda telah membantu penyebaran Islam. Hal ini memang sudah terbukti. Tahukah Anda mengapa di muka bumi ini masih banyak non Muslim? Bukan karena mereka menolak Islam secara sadar, namun karena mereka belum berkenalan langsung dengan Islam. Kalau mereka sudah berkenalan langsung dengan Islam pastilah akan lebih banyak individu yang memeluk Islam. Anda lupa?

Cobalah Anda perbuat dengan teman teman Anda untuk menyebarkan fondasi Islam yang jahat dan keji ke lebih banyak orang – dengan tujuan untuk memusnahkan Islam. Selama Anda melakukannya hanya dengan menjelaskan bagian Islam yang Anda benci seperti menjelek jelekkan Islam, Anda hanya akan terlihat seperti orang sakit dan ketakutan akan kebesaran Islam. Satu hal yang belum Anda ketahui, Anda adalah orang yang kelewat panic dengan kenyataan bahwa Islam adalah satu satunya agama yang paling menentang atheisme. Anda menyatakannya secara terbalik.

Anda sekarang focus pada kegiatan untuk menyebarkan kejelekan kejelekan Islam ke lebih banyak orang dengan target bahwa kelak nanti semua orang akan membenci Islam dan pada akhirnya Islam akan musnah. Bukan kah itu berarti Anda sedang menipu banyak orang dengan tujuan supaya seluruh dunia menuruti kehendak Anda untuk meninggalkan Islam dan menciptakan dunia atheis yang jaya? Mengapa Anda tidak putuskan untuk menjelaskan kejelekan Islam kepada semua orang YANG DIBARENGI DENGAN menjelaskan keagungan Islam kepada mereka, dengan dilAndasi pemikiran bahwa semua orang (siapa pun dia, termasuk Anda dan saya) BERHAK untuk mendapatkan informasi yang utuh dan representative? Hak atas informasi yang utuh dan representative adalah hak azasi manusia, siapa pun tidak boleh melanggarnya. Anda lupa?

eharusnya yang Anda lakukan adalah, Anda menyajikan informasi yang negative tentang Islam kepada semua orang, sambil Anda menambahkan informasi yang positif tentang Islam SECARA UTUH, kemudian Anda mengijinkan semua orang tersebut untuk memutuskan penilaian mereka sendiri tentang Islam tanpa ada unsur paksaan dan campur tangan dari pihak Anda.

Kalau Anda mempunyai jiwa yang sehat tentunya Anda akan malu terhadap diri Anda sendiri. Ketika Anda menyebarkan kejelekan Islam TANPA MENJELASKAN ISLAM SECARA KESELURUHAN, berarti yang terjadi sebenarnya adalah Anda yang menipu orang banyak, bukan Islam yang menipu Anda dan orang banyak. Sadarkah Anda akan hal itu? Mengapa Anda ingin memaksakan penilaian Anda untuk dijadikan satu satunya hal penting bagi orang lain? Apakah orang lain tidak berhak untuk menilai segala sesuatu?

Anda selalu menolak untuk berdebat dengan pihak Muslim mengenai hal hal teologis keagamaan. Dan Anda hanya berani untuk menampilkan sisi keras dari Islam. Anda tahu kalau Anda berdebat dengan individu Muslim mengenai teologi Islam, pasti Anda akan kalah. Dan tidak ada yang dapat Anda lakukan kecuali

1. menghindari berdebat teologi keIslaman karena Anda pasti akan kalah, dan kebalikannya akan terbukti bahwa Islam berisi kebenaran yag kokoh, suatu hal yang paling Anda benci secara psikopat dan tidak waras.
2. membuat artikel sebanyak mungkin untuk menginformasikan kepada lebih banyak orang tentang kekerasan dalam Islam
3. mengupayakan segala cara untuk memaksakan penilaian Anda yang negative kepada orang lain.

Anda benar benar sakit.

Ingin saya tegaskan, bahwa Anda lah yang mempunyai masalah. Bukan Islam.

@Muslim mengetahui bahwa Islam akan runtuh jika dibuka kebusukannya -> Suatu saat Anda akan malu bahwa Anda pernah mengatakan hal ini. Percayalah, pada hari kematian Anda, beberapa menit sebelum Anda wafat, Anda akan melihat bahwa Islam masih eksis di muka bumi ini. Itu hanya akan membuat kematian Anda lebih sakit dan berat. Anda tinggal menunggu waktu saja kapan datangnya kematian Anda yang menyakitkan tersebut. Tiga tahun lagi? 7 tahun lagi? Tiga belas tahun lagi? Berapa pun waktu yang Anda butuhkan untuk mati, Islam masih akan berada di sana untuk membuat kematian Anda lebih menyeramkan. Kecuali Anda bertobat dan menyerahkan diri Anda kepada Allah. Tidak ada pilihan lain.
Atau mungkin Anda akan berdalih, bahwa kemusnahan Islam pasti akan terjadi walau Anda sudah wafat. Saya akan berkata, apa yang terjadi sesudah Anda wafat, bukan urusan Anda. Urus saja hidup Anda yang menyedihkan itu. Tidak bisakah Anda berfikir secara lebih sehat dan wajar?

Apa alasan saya menyatakan hal seperti ini dan begitu percaya dengan pernyataan saya ini? Tidak lain karena bukti sudah banyak yang bertebaran di muka bumi ini. Sudah begitu banyak manusia yang menyumpahi pemusnahan Islam. Menyedihkan, pada hari mereka wafat, Islam masih berada di belahan bumi mana pun tanpa bisa digoyahkan sama sekali. Kematian mereka menjadi lebih berat dan menyiksa. Dengan kenyataan itu, Anda akan menjadi yang kesekian.

@Di alam bawah sadarnya, Muslim tahu bahwa Islam adalah bohong melulu dan tidak dapat dipertahankan secara logika -> apakah Anda hidup dan tidur selama berabad abad di sisi seorang Muslim? Dari mana Anda tahun bahwa Muslim tahu bahwa Islam adalah kebohongan. Siapa yang ingin Anda tipu melalui artikel Anda? Apakah orang lain adalah anak kecil sehingga dengan mudahnya Anda tipu?

Pun, katakanlah Anda bersedia untuk hidup dan tidur di sisi seorang Muslim selama bertahun tahun untuk DAPAT MENGETAHUI betapa jahatnya Islam. Yang terjadi justru Anda akan tertarik kepada Islam dan masuk islam dan mulai menulis tentang keagungan islam. Anda tidak pernah mencoba. Artinya Anda memang tidak tahu apa apa….. Anda adalah orang bodoh.

@Itulah sebabnya jika kau mengritik Islam, para Muslim jadi panic -> apakah melalui “kepanikan” Muslim itu berarti bahwa Muslim sadar bahwa Islam adalah kebohongan? Mengapa Anda mengambil kesimpulan dari suatu keadaan secara amat aneh? Inikah yang dinamakan peneliti? Inikah yang dinamakan ilmuwan?

Anda berkata, fondasi dari agama agama itu (selain Islam) tetap kokoh. Saya ingin kejelasan, agama yang mana? Hindu? Buddha? Kristen? Konghucu? Apa alasan Anda menyatakan bahwa kesemua agama itu mempunyai fondasi yang kokoh? Semakin Anda berkata, semakin terlihat bahwa Anda tidak tahu tentang agama agama dunia.

Apakah yang Anda maksud dengan fondasi agama yang kokoh? Apakah maksudnya adalah bahwa kesemua agama itu memang berasal dari Tuhan? Apakah kesemua agama itu mengajarkan kesehatan yang hakiki, kesetaraan umat manusia yang hakiki, dan mengajarkan manusia untuk keluar dari kebodohan secara hakiki? Apakah Anda ingin menyatakan kepada saya bahwa kesemua agama itu pernah memimpin peradaban dunia selama 10 abad dengan kegemilangan yang luar biasa – seperti yang pernah ditunjukkan Islam pada abad pertengahan?

Kalau Anda berkata bahwa kesemua agama (selain Islam) itu mempunyai fondasi yang kokoh karena benar benar berasal dari Tuhan, maka mengapa Anda justru memilih menjadi atheis? Sejak pertama Islam menginspirasikan umat manusia untuk menghormati kaum wanita sementara semua agama lainnya menganggap wanita sebagai harta warisan. Sejak pertama Islam mengilhami dunia untuk menghormati ilmu pengetahuan ketika umat lain menganggap ilmu pengetahuan sebagai pekerjaan setan. Sejak awal abad Islam mengilhami manusia untuk tidak menyembah patung sementara umat agama lain justru malah asyik menyembah patung. Sejak dahulu semua agama gemar menghukum mati penjahat dengan cara dibakar hidup hidup.

Muhammad bersabda, “mengazab / menghukum dengan api hanyalah hak atas Allah (yaitu neraka)”.

Sejak pertama Islam melarang praktek demikian. Sejak pertama Islam menginspirasikan dunia untuk membebaskan para budak:

Muhammad berkata, “memerdekakan budak adalah JIHAD”.

…… namun justru semua agama melestarikan budak. Sejak saat pertama Islam lah yang memerintahkan kesetaraan di atas semua individu:

Muhammad berkata, “umatku itu bagaikan gigi pada sisir, sama rata dan sama tinggi”.

……. sementara agama lain mengajarkan kasta yang keji.

Sekarang, apa alasan Anda menyatakan bahwa agama agama itu mempunyai fondasi yang kokoh, dan Islam tidak? Apakah agama yang kokoh (atau Tuhan yang kokoh), adalah Tuhan yang tidak memerintahkan umat manusia untuk menghormati ilmu pendidikan, tidak menghormati kaum wanita? Apakah Tuhan yang baik, agama dengan fondasi yang kokoh adalah Tuhan / agama yang memerintahkan umat manusia untuk selalu menyembah banyak patung dan tidak mengajarkan kesetaraan manusia? Berjudi? Mabuk mabukan? Hubungan sex bebas…?

Kesemua agama itu membuat umat manusia menjadi mandeg dan tertinggal dalam kebodohan. Sementara Islam telah sampai pada masa keemasannya, dan membawa manusia keluar dari kegelapan menuju terang benderang. Nenek moyang eropa masih tidur di dalam goa sementara kaum Muslim sudah tinggal di dalam istana yang tinggi. Tiba tiba Anda menyatakan bahwa fondasi kesemua agama selain Islam adalah kokoh?

Anda berkata, “Agama2 ini beradaptasi sesuai dengan perubahan jaman”.

Tiba tiba Anda menilai kemampuan suatu agama untuk beradaptasi dengan perubahan jaman sebagai sesuatu yang positif. Apakah ini salah satu misi Anda agar semua umat manusia memilih menjadi atheis karena faham fleksibilitas agama akan membuat manusia akhirnya merasa ragu akan kesakralan agama?

Anda atheis kan? Dan Anda membenci agama kan? Anda sedang mencuci otak banyak manusia untuk pelan pelan membenci agama kan?

Pernahkah Anda mempunyai ibu yang melahirkan dan membesarkan Anda? Bolehkah sekarang saya mengganti ibu Anda dengan wanita lain, dan mencampakkan ibu Anda itu ke tempat sampah? Pasti Anda akan marah. Anda akan berkata, “tidak bisa! Ibuku adalah yang terbaik dari semua orang!”.

Anda mempunyai istri kan?
Bolehkan sekarang saya mengganti istri Anda dengan onta emas, dan meminta supaya istri Anda itu dicampakkan saja ke tempat sampah?
Pasti Anda akan marah, dan Anda akan berkata, “tidak bisa! Istri saya adalah wanita terbaik yang pernah saya temui. Ia tidak dapat diganti dengan apa pun. Segala sesuatu yang terbaik pasti tidak akan diganti dengan apa pun…!”.

Dapatkah saya berargumentasi bahwa apa pun yang terbaik, dapat diganti dengan apa pun? Pasti Anda akan lebih marah lagi. Bisakah saya mengganti kepala Anda dengan emas seberat gunung?

Ali sina yang cerdas. Segala sesuatu yang terbaik pasti tidak dapat diganti dengan apa pun, tidak juga dengan perubahan. Hanya dengan alasan perubahan, maukah Anda mengganti ibu Anda dengan istana emas dan mencampakkan ibu Anda itu ke tempat sampah karena sudah ada penggantinya?

Agama, di satu pihak adalah yang terbaik. Itu tidak dapat disangkal. Oleh karena itu, agama tidak dapat diganti, dan ajarannya pun tidak dapat diganti oleh perubahan jaman. Memang Anda fleksibel menghadapi perubahan jaman, tapi tetap Anda tidak bersedia untuk mengganti ibu Anda dengan hal mewah lainnya.

Memang agama lain dapat diganti dan dapat diubah karena perubahan jaman, hal mana itu mengakibatkan agama itu terlihat fleksibel dan kehilangan kesakralannya. Tapi justru itu berarti bahwa agama agama itu tidak ada harganya sama sekali. Berbeda dengan Islam. Apa pun yang ada dalam Islam tidak dapat diganti dengan apapun. Memang Islam dan Muslim tidak fleksibel menghadapi perubahan jaman, tapi itu justru menjadi pertAnda bahwa Islam adalah yang terbaik.

Saya mengetahui rencana jahat Anda sebagai seorang atheis. Semua yang ada dalam fikiran Anda adalah bagaimana cara membuat semua orang menjadi atheis. Hal pertama yang Anda garap adalah memberangus Islam dari muka bumi ini. Anda melihat bahwa dari semua agama yang ada di bumi ini, Islam adalah satu satunya agama yang paling keras perlawanannya terhadap atheisme. Oleh karena itu memusnahkan Islam adalah proyek Anda yang pertama. Caranya adalah dengan menjelek jelekkan Islam di depan orang Kristen dengan harapan semua orang Islam berpindah ke agama Kristen. Kelak, ketika Islam sudah musnah karena semua pengikutnya telah pindah ke Kristen, maka itulah saat giliran Anda untuk menjelek jelekkan agama Kristen. Anda akan tanamkan fikiran ke semua orang Kristen bahwa Kristen adalah agama palsu, agama setan dan agama kehancuran. Tujuan akhir Anda adalah nanti semua orang Kristen tidak percaya lagi kepada Tuhan. Akhirnya mereka menjadi atheis semua seperti Anda. Saya sudah tahu rencana busuk Anda.

Anda berkata, “Muslim mengetahui bahwa Islam akan runtuh jika dibuka kebusukannya”. Klaim seperti apa itu? Justru Muslim tahu bahwa di semua agama selain Islam terdapat begitu banyak kebusukan dan kepalsuan, kebodohan dan bidat yang membabi buta. Semakin Anda yakin akan klaim Anda yang bodoh itu, semakin orang merasa jelas akan kebodohan Anda. Saya tidak bisa menjauh dari keyakinan bahwa itu semua Anda nyatakan demi supaya semua agama pada akhirnya lenyap di muka bumi ini dan semua manusia memilih atheisme, karena Anda membenci Tuhan.

Anda berkata, “…..Kebanyakan agama2 lain seperti Hindu, Buddha, Yudaisme, Sikh, Zoroaster, Baha’i, dll mencampurkan hal2 yang baik dan jelek. Kau dapat membandingkannya sendiri satu sama lain. Banyak kotoran berserakan di sekitarnya, tapi di dalamnya terdapat batu2 permata dan logam2 mulia….”.

Ini adalah bukti dari usaha atheis Anda yang mati matian dan sungguh sungguh untuk meyakinkan semua umat manusia pada akirnya bahwa Tuhan dan agamaNya tidak ada.

Yang Anda lakukan adalah meyakinkan semua pemeluk agama agama itu (selain Islam) bahwa BENAR ATAU SESATNYA AGAMA adalah tidak penting, asalkan di dalamnya “terdapat batu batu permata dan logam mulia…”. Operasi Anda ini akan menggiring semua umat manusia untuk menilai bahwa ADA ATAU TIDAK ADANYA TUHAN dalam suatu agama TIDAKLAH PENTING, asalkan di dalamnya ada kebajikan, sementara kebajikan itu sifatnya subjektif dan relative bagi setiap individu yang berbeda. Inilah cara kerja Anda untuk membuat manusia tidak lagi mempercayai Tuhan. Ketika semua umat beragama mencari pembenaran akan keberadaan Tuhan mereka dalam agama mereka masing masing, Anda sudah mulai mengacaukan titik focus mereka ke arah nihilisme Tuhan secara besar besaran.
Anda memang iblis!

bersambung

0 comments: