Muslim Menjawab tuduhan Ali Sina (6)

Ali Sina Menulis

Orang2 yang menghormati diri mereka dan tahu bahwa diri mereka berharga dan terhormat, tidak melakukan kejahatan. Mereka tidak menyakiti orang lain. Kau bisa mengukur kebaikan orang2 dari rasa hormat diri mereka. Semakin tinggi rasa hormat diri, semakin baik pula manusia itu dengan ciri lebih menyayangi, lebih suka menolong dan lebih dapat dipercaya. Rasa hormat pada diri sendiri yang rendah mengakibatkan orang lebih licik, lebih kejam dan lebih mementingkan diri sendiri.

Inilah sebabnya mengapa para Muslim bisa jadi begitu jahat. Mereka tidak punya rasa hormat pada diri sendiri. Mereka kejam dan gampang meledak di luar, padahal itu hanyalah untuk menutupi rasa tidak tenteram dan tiadanya rasa percaya terhadap diri sendiri.

Para Muslim suka menindas. Hasil2 penyelidikan menunjukkan bukti yang sangat kuat bahwa orang yang suka menindas biasanya punya rasa harga diri yang tinggi yang tidak wajar. Tapi sebenarnya tidak ada hal yang dinamakan harga diri yang tinggi. Yang ada hanyalah kesombongan, mementingkan diri sendiri dan kemegahan yang kosong belaka. Ini adalah sisi lain dari rendahnya harga diri. Orang2 yang tak berharga diri mengenakan topeng2 mereka untuk menyembunyikan diri mereka yang kecil dan hina.

Muhammad memimpin para pengikutnya untuk menyangkal rasa hormat pada diri sendiri. Mereka dibuat percaya bahwa tanpa Islam mereka bukanlah apa2. Mereka bahwa dibuat membenci budaya dan tradisi kakek moyang mereka. Muhammad yang narsisis harus menghancurkan jati diri pengikutnya agar mereka bergantung sepenuhnya pada dirinya.


Muslim 'Kristentelahkalah" Menjawab :

Anda berkata,
“Muhammad memimpin para pengikutnya untuk menyangkal rasa hormat pada diri sendiri…”.

Coba jelaskan, mengapa hanya islam yang dapat mempersembahkan jaman keemasan selama 10 abad, sementara bangsa lain di belahan dunia yang lain masih terpuruk dalam kegelapan dan praktek sihir menyihir dan pelembagaan perbudakan atas nama gereja dan institusi Negara?

Coba jelaskan mengapa hanya islam yang menjadi pelopor atas pelembagaan keilmuan yang salah satu karyanya adalah menerjemahkan karya karya filsuf yunani dan membuat interpretasi interpretasi ilmiah yang mencengangkan – sementara bangsa non islam di belahan dunia yang lain justru menganggap ilmu pengetahuan adalah sihir dan pekerjaan setan sehingga lembaga kepausan membakar hidup hidup Galileo galilei karena ia berkata bumi berputar mengitari matahari – dan markoni dari Italia yang diusir oleh gereja dan lari ke inggris hanya karena orang ini menemukan sinyal radio yang amat bermanfaat bagi dunia?

Apa yang terjadi sehingga Galileo dan markoni dituduh sebagai pelaku pekerjaan setan adalah keyakinan bahwa setiap manusia tidak mempunyai harga diri sehingga semua karya mereka pantas untuk disingkirkan. Islam di lain pihak, memberi manusia harga diri sehingga mereka layak untuk menuntut ilmu dan semua karya mereka layak untuk dihormati. Renungkan, islam mengajarkan,

Akan putus pahala anak adam ketika ia wafat, kecuali atas tiga hal:
1. ilmu yang berguna,
2. amal jariyah
3. anak saleh yang selalu mendoakannya.

Ilmu yang berguna:
Artinya setiap pribadi dalam islam harus menuntut ilmu. Setelah ia menguasai ilmu itu, hendaknya ia mengajarkannya kepada orang lain, dan membuat PENEMUAN YANG BERGUNA untuk orang lain.

Penemuan yang berguna:
Orang berilmu yang menemukan penemuan baru yang berguna; ia akan mendapatkan dua sumber pahala dari:
1. penemuan itu sendiri karena bermanfaat bagi orang lain.
2. orang lain yang menggunakan penemuan nya, akan menjadi pahala bagi si penemu.

Dari hal ini, betapa islam mengajarkan bahwa setiap jiwa dan pribadi dalam islam mempunyai harga dan nilai, terkhusus lagi jika ia berilmu. Bagaimana dengan agama Kristen dan atheisme? Apakah anda sudah memahami islam secara keseluruhan?

Coba bandingkan dengan apa yang terjadi atas Galileo dan Markoni. Agama mana yang tidak mengajarkan harga diri kepada manusia??

Ali Sina Menulis :

Para Muslim tidaklah bodoh. Mereka bisa melihat bahwa Islam adalah salah. Mereka tahu Islam bertentangan dengan kecerdasan manusia dan tidak masuk akal, tapi mereka begitu terjebak di dalamnya sehingga mereka tidak bisa meninggalkannya. Mereka memaksa diri mereka untuk percaya, karena tanpa itu, mereka bagaikan tersesat.

Seorang Muslim menulis surat kepadaku: “Sudah jelas bahwa beberapa ayat memang tampaknya biada. Tapi Setanlah yang membuat kita melihatnya seperti itu.” Ini menjelaskan tentang patologi Islam. Muslim melihat bahwa Islam itu salah, tapi mereka tidak bisa meninggalkannya. Mereka tidak bisa meninggalkannya karena mereka tidak punya yang lain untuk dipeluk erat2. Muhammad telah merampok identitas mereka dan menghancurkan jati diri mereka. Mereka harus memeluk Islam erat2, meskipun mereka sudah jelas melihat bahwa Islam itu salah karena Islamlah satu2nya yang mereka miliki. Bagi mereka Islam adalah satu2nya pegangan di samudra yang penuh ketidakpastian.

Mereka butuh diyakinkan terus-menerus dan mengulangi terus-menerus pada diri mereka sendiri bahwa “Islam itu agama yang indah” dan “Muhammad adalah manusia sempurna”. Mereka bahkan butuh orang lain untuk menyatakan hal yang sama. Mereka mengumpulkan komentar2 penuh pujian dari non-Muslim (terutama orang bule karena mereka menganggap bule lebih hebat dari mereka) dan bahwa melobi para politikus dan institusi negara untuk mengumumkan secara resmi pengakuan bahwa Islam adalah “agama yang hebat”. Bayangkan betapa rendahnya rasa percaya diri mereka.


Muslim "Kristentelahkalah" Menjawab :

Apa yang sebenarnya yang ingin anda katakan melalui paragraph - paragraph anda yang amat serampangan seperti itu?

Anda mulai mengutip perkataan seorang muslim lain,
“Sudah jelas bahwa beberapa ayat memang tampaknya biadab. Tapi Setanlah yang membuat kita melihatnya seperti itu”.

Sekarang dapatkah anda HANYA mendengarkan perkataan saya, setelah anda mendengarkan perkataan muslim bodoh ini? Mengapa anda HANYA MENGAMBIL muslim bodoh sebagai acuan anda, dan menolak intelektual muslim untuk menjadi referensi anda yang lain? Sebegitu redahkah kualitas cara berfikir anda sehingga anda hanya ingin mengacu kepada perkataan perkataan orang-orang / muslim-muslim bodoh, sementara orang-orang / muslim cerdas bertebaran di muka bumi ini?

Anda menulis dalam paragraph anda,
“Muslim melihat bahwa Islam itu salah, tapi mereka tidak bisa meninggalkannya. Mereka tidak bisa meninggalkannya…….. dst”.

Sebegitu banyak kata-kata yang dapat anda pelintir sesuka hati anda untuk memuaskan kebencian anda terhadap islam dan untuk dapat menipu orang banyak, tetap anda tidak mempunyai keberanian untuk membuka debat dalam hal teologi keislaman dengan kaum intelektual muslim karena anda benar-benar tahu bahwa anda memang akan kalah, bahwa anda pada akhirnya akan dihadapkan pada suatu agama yang amat kokoh dan agung. Anda hanyalah seorang nenek nenek cerewet yang hanya mempunyai kata kata aneh yang sebentar lagi nenek nenek itu akan mati karena umurnya. Kalau anda memang benar dengan penilaian anda maka mengapa anda tidak membuka debat ilmiah dalam hal teologi keislaman?

Faithfreedom-org yang anda asuh, hanya mempunyai kepentingan dalam tiga hal:
1. menyebarkan informasi yang negative tentang islam sambil anda MENYEMBUNYIKAN informasi yang positif tentang islam. Dengan begitu anda dapat menipu lebih banyak orang untuk anda paksakan penilaian mereka menjadi seperti penilaian anda.
2. menghindari debat teologi keagamaan dengan intelektual muslim karena anda yakin anda justru akan kalah secara memalukan. Kalau anda kalah, konsekwensinya anda harus masuk islam dan itu merupakan hal yang paling anda benci.
Faithfreedom-org hanya berisi sumpah serapah terhadap islam yang jauh dari nilai kebenaran filosifis dan hakiki. Hanya itu yang dapat anda jual untuk orang orang bodoh seperti anda sendiri.
3. meratakan persepsi palsu anda ke semua dunia bahwa kebenaran hakiki dalam suatu agama (dan itu hanya ada dalam islam, tidak ada dalam agama lain) dapat dikesampingkan demi slogan anti kekerasan. Anda mempunyai khayalan kosong bahwa APA YANG PALING DICARI ORANG adalah (agama yang) anti kekerasan dan orang tidak memperdulikan kebenaran yang hakiki walau pun terkadang kebenaran yang hakiki itu mungkin hidup di dalam suatu kekerasan. Anda merasa yakin bahwa semua orang di dunia ini AKAN DAPAT BERTAHAN dalam kepalsuan (yang padanya tidak ada kekerasan), dan meninggalkan kekerasan walau padanya terdapat kebenaran yang hakiki.


Ali Sina Menulis

Selain itu ada rasa takut – takut akan Neraka dan hukuman kubur yang telah dimasukkan ke dalam pikiran mereka sejak kecil. Rasa takut ini melumpuhkan daya pikir mereka. Mereka cepat2 menyingkirkan segala keraguan yang hinggap dalam benaknya.


Muslim "kristentelahkalah" menjawab :

Bagaimana dengan agama lain? Apakah agama-agama lain di dunia ini tidak mengancam umat masing masing dengan keganasan api neraka sebagai hukuman jika tidak mentaati perintah suci?

0 comments: