Id Amor VS Foxhound (Aktifis FFI ) : menjawab soal Tuduhan Taqiya

Taqiya sebuah kata yang sering dituduhkan para Penghujat Islam kepada Muslim,beberapa saat yang lalu ada teman yang meminta kepada Penulis untuk membahas soal topik ini dan ada juga teman lainnya meminta kepada Penulis untuk mengarsipkan diskusi diskusi Penulis diberbagai Forum untuk di Arsipkan di note FB.

Maka pada kesempatan ini saya akan menyampaikan sebuah Debat saya dengan seorang Aktifis Faithfreedom Indonesia yang menggunakan nick; Foxhound di Forum diskusi :answering-ff.org

Pembahasan ini bermula dari Topik yang dibuat oleh Foxhound dengan Judul : Taqiya VS Jagalah Lidahmu

BAGIAN PERTAMA

Foxhound menulis,Mar 16, 2008 4:00 pm :

Taqiya 28. Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).

VS

Jangan menipu 1Pe 3:9 dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. Sebab: 1Pe 3:10 "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.

Amor jawab , Mar 18, 2008 9:34 am

hm.. mencoba membandingkan ayat Alkitab dengan al-Qur'an secara sepotong-sepotong... apakah ini sikap yang menghargai keyakinan orang lain? :)

kenapa anda membandingan QS 3:28 dengan 1Pe 3:10 ..tidak membandingkan dengan ayat ini?

3:7 Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?

kemudian dalam Pembuka Topik tersebut melanjutkand engan mengutip sebuah link

http://www.opensubscriber.com/message/z ... 88665.html

Memahami AlQuran tidak boleh hanya menterjemahkannya cuma kata saja karena apabila kata2 yang dirangkai dalam AlQuran dan ayat2 yang saling berkaitan anda pahami, maka pemahamannya jadi berbeda.

Arti satu kata Arab, "Taqya = mencegah" (bukan berkelit) yang dalam bahasa Inggrisnya disebut "to prevent".

Tapi dalam AlQuran "Al-Taqya" merupakan ideology, merupakan prinsip, yaitu prinsip dalam menipu, yang dalam bahasa Inggrisnya disebut sebagai "Deception". Arti "menipu", "mengecoh", atau "berbohong" dalam AlTaqya diperjelas prakteknya dalam ayat2 AlQuran, Surah 3:28.

Surah 3:28: "Janganlah sekali2 para mukmin berteman atau atau menjadi penolong2 orang2 kafir, karena apabila ada mukmin yang melakukannya, maka Allah tak akan menolongnya, kecuali dengan maksud ber-pura2 berteman atau ber-pura2 menolong untuk mencegah agar mereka jangan merugikan para mukmin"

Hal ini bisa anda saksikan praktek2 Al-Takya di Indonesia dimana para mukmin yang melakukan pemerkosaan massal terhadap amoy yang kafir, maka MUI ber-pura2 menjadi saksi yang menyidik dengan hasil bahwa para pemerkosa itu bukanlah beragama Islam melainkan umat Kristen yang menyamar sebagai mukmin yang bermodal "allahuakbar" melakukan pemerkosaan untuk menodai agama Islam dan para muslimin.

Juga tindakan Al-Takya dilakukan para mukmin di Amerika yang ber-pura2 mengutuk teror 911 dan menuduh para pelakunya adalah orang2 Yahudi.

Juga dalam pemboman Bali, MUI ber-pura2 mengutuk teror Bali dengan menyatakan bahwa pelakunya bukanlah para mukmin melainkan CIA dan Mossad yang dibiayai oleh orang2 Yahudi.

Setiap mukmin "dilarang berbohong, memfitnah, dan menipu" karena perbuatan ini merupakan "dosa", tapi ada kekecualian dimana para mukmin dibolehkan dalam "berbohong, memfitnah, dan menipu" untuk mencelakakan orang2 kafir yang dalam hal ini justru mendapatkan pahala.

Sebagai tambahan mengenai praktek2 Al-Taqya yang dizaman sekarang dianggap tidak beradab ini bisa anda membacanya sendiri dalam berbagai website dibawah ini:

Amor jawab referensi linknya tersebut ,Tue Mar 18, 2008 9:41 am

hm... apakah contoh soal yang anda sebutkan diatas sesuai dengan ayat yang anda sampaikan...

dalam hal ini contoh yang anda ajukan apakah mereka melaksanakan firman Allah yang ini..

Al-Maaidah:008

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُونُواْ قَوَّامِينَ لِلّهِ شُهَدَاء بِالْقِسْطِ وَلاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلاَّ تَعْدِلُواْ اعْدِلُواْ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Foxhound mengutip Tanggapan seorang Netter Muslim kemudian menanggapi

Foxhound wrote:

doni wrote:Yup.Taqiya adalah menyembunyikan keimanan.ini ada sejak jaman NABI MUSA A.S yang ada di ayat ini

Ok.. berarti Taqiya adalah ajaran resmi, dan diijinkan. Mari kita memulai pembahasan

KristenAjaran kekristenan melarang penipuan dalam bentuk apapun:

Mat 5:37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

Penipuan, terlebih lagi menyangkal imannya, bersumber dari ketakutan, dan di dalam ketakutan tidak ada kasih. Dan kasih adalah hukum yang paling terutama di mana seluruh hukum bergantung.

1Jo 4:18 Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

Penipuan yang lain, misalnya berpura2 jadi Kristen.... berarti timbul dari itikad yang tidak baik, itikad yang tidak baik hanya bisa muncul dari hati yang tidak lurus. Di dalam hati yang tidak lurus, segala perintah yang sempurna dan jelas pun akan berbelok ditafsirkan.

Dan berarti Matius 5:37 kembali dibenarkan.

Bagimana dengan Taqiya?

Amor jawab ,Tue Mar 18, 2008 9:49

hm.. bagaimana dengan pengajaran yang seperti ini?

"Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati

dan cerdik seperti ular... ular didalam alkitab itu simbol dari siapa?

Kej. 3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"

kecerdikan ular tersebut kecerdikan yang mengedepankan kejujuran atau tipu muslihat....?

kemudian kembali ke ayat Al-Qur'an yang dikutip Foxhound sebelumnya... kenapa anda tidak menyampaikan ayat selanjutnya?

Ali-`Imraan:029

قُلْ إِن تُخْفُواْ مَا فِي صُدُورِكُمْ أَوْ تُبْدُوهُ يَعْلَمْهُ اللّهُ وَيَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَاللّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Katakanlah: "Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui". Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Ali-`Imraan:030

يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ مِنْ خَيْرٍ مُّحْضَراً وَمَا عَمِلَتْ مِن سُوَءٍ تَوَدُّ لَوْ أَنَّ بَيْنَهَا وَبَيْنَهُ أَمَداً بَعِيداً وَيُحَذِّرُكُمُ اللّهُ نَفْسَهُ وَاللّهُ رَؤُوفُ بِالْعِبَادِ

Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan (dimukanya), begitu (juga) kejahatan yang telah dikerjakannya; ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh; dan Allah memperingatkan kamu terhadap siksa-Nya. Dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.

anda tidak tahu tentang ayat-ayat sesudahnya..... atau anda tahu..tetapi anda sedang mempraktekan 'cerdik seperti ular' dengan menyampaikan ayat al-qur'an dengan mengabaikan ayat lainnya.. demi untuk membentuk opini sesui 'keinginan' anda?

dan untuk membahas soal topik yang anda buat.. tidak ada salahnya kalau kita melihat contoh kongkrit seorang manusia yang bisa dijadikan teladan / contoh yang baik bagi kita.. yaitu Abraham / Ibrahim as

setidaknya ada kisa Abraham yang menyatakan Sara sebagai saudaranya bukan sebagai istrinya...

apakah menurut anda tindakan Abraham ini menyalahi kebenaran?

kalau bagi AMor.. itulah contoh kongkrit tentang Taqya.. = berbohong yang diperbolehkan.... yaitu : 'memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka'

dan sesuai sigi yang anda (Signature Foxhound di Answering-ff.org ) buat..

Orang pintar adalah orang yang bisa belajar dari apapun, meskipun dari orang bodoh. Orang bodoh adalah orang yang tidak bisa belajar dari apapun, meskipun dari orang pintar.

Amor jawab :

sebuah sigi yang sangat-sangat bijak... dan diforum ini amor adalah untuk belajar dari siapapun = tidak melihat siapa dia...tetapi bagaimana tulisan dia.....

dan semoga anda yang memberikan pesan... bisa memberikan teladan bagi netter disini.... :)

wassalam

id Amor

BAGIAN KEDUA

setelah itu SDr Foxhound memberikan Tanggapan pada Tanggal Wed Mar 19, 2008 1:41 am , dan Tanggapannya tersebut ditanggapi satu persatu oleh Penulis :

Wed Mar 19, 2008 10:35 am

Foxhound wrote:Marto ini sudah saya pelajari profilenya, di AFFI dan FFI. Dia paling suka mengajukan pendapat dan analisa pribadinya yang nggak mendasar, memaksa orang terus menjawab pertanyaan2nya tanpa mau menjawab pertanyaan orang lain. Orang yang sangat tidak terima bila dinilai negatif, tapi gemar menyudutkan orang dengan penilaian pribadinya. Terus terang... saya malas berdiskusi dengan orang ini sebenarnya, karena orang ini tidak pernah menghargai lawan berdebatnya. --> (yang ini pun nanti akan dia ajak saya berdebat sampai mampus :D)

Marto, di atas itu penilaian saya pribadi.. kalau anda nggak terima, anggap saja saya yang geblek... ok? Saya berkata jujur, itu penilaian saya pribadi dan latar belakang kenapa saya malas berdebat dengan anda. Tapi mungkin saya yang salah, so I think, it's ok for now kita lihat nanti.

Amor jawab :

hm.. anda memulai membuat penilain terhadap pribadi amor dahulu... :) sedang melakukan pembunuhan karakter yach??

sebelumnya anda membuat topik untuk menghapus postingan di thread ini yang dianggap OOT.. apakah postingan anda ini sesuai topik yang anda buat?

= sudahkan anda memberi contoh yang baik atas saran anda? = dengan tulisan yang seperti itu sudahkan anda menghargai pendapat orang lain?

dan bagaimana dengan sigi yang anda buat?

Orang pintar adalah orang yang bisa belajar dari apapun, meskipun dari orang bodoh. Orang bodoh adalah orang yang tidak bisa belajar dari apapun, meskipun dari orang pintar.

kalau anda menganggap marto / amor seperti orang bodoh ..seperti penilaian pribadi anda tersebut... maka dalam hal ini apakah anda sudah memberikan contoh yang baik akan pesan yang anda buat?

= sudahkan anda menghargai pendapat orang lain?

Wed Mar 19, 2008 10:46 am

foxhound menulis

Kita lihat sekarang, dan sebelum saya jawab pertanyaan2 Marto. saya ingin memastikan hal dibawah ini:

Islam: Taqiya adalah sah. Kalau Marto tidak mau mengakui ini. Saya minta dukungan dari muslim yang lain kepada Marto. Apakah taqiya bukan sesuatu yang diijinkan dan diridhoi Allah?

Contoh yang saya ambil adalah dari situs Islam bukan situs Kristen. Kalau memang itu salah dan tidak benar, cukup anda mungkin 3 orang katakan pada saya bahwa Taqiya itu tidak diridhoi Allah, dan topik ini saya nyatakan selesai dan salah, karena berarti tidak bisa digunakan untuk perbandingan Islam dengan Kristen.

Amor jawab

hm.. kalau sebelumnya menggunakan cara pembunuhan karakter.. sekarang pakai strategi adu domba??

dan bagaimana anda bisa menyimpulkan kalau amor tidak mengakui??

apakah anda tidak bisa memahami..tulisan amor yang ini?

dan untuk membahas soal topik yang anda buat.. tidak ada salahnya kalau kita melihat contoh kongkrit seorang manusia yang bisa dijadikan teladan / contoh yang baik bagi kita.. yaitu Abraham / Ibrahim as

setidaknya ada kisa Abraham yang menyatakan Sara sebagai saudaranya bukan sebagai istrinya...

apakah menurut anda tindakan Abraham ini menyalahi kebenaran?

kalau bagi AMor.. itulah contoh kongkrit tentang Taqya.. = berbohong yang diperbolehkan.... yaitu : 'memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka'

Amor jawab :

postingan amor yang sedikit saja dithread ini saja anda salah membuat kesimpulan.. apalagi anda sebelumnya sudah mengaku mempelajari profil MArto / amor di FFI dan AFFI.. yang itu masih sebagian kecil tentang bagaimana marto / amor anda sudah tergesa-gesa menyimpulkannya...

= sebaiknya periksa baik-baik postingan amor dithread ini.. apa tanggapan anda itu nyambung dengan apa yang disampaikan amor...

Wed Mar 19, 2008 10:59 am

foxhound wrote

Sekarang saya jawab Marto:

3:7 Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?

Lengkapnya:
Rom 3:4 Sekali-kali tidak! Sebaliknya: Allah adalah benar, dan semua manusia pembohong, seperti ada tertulis: "Supaya Engkau ternyata benar dalam segala firman-Mu, dan menang, jika Engkau dihakimi."
Rom 3:5 Tetapi jika ketidakbenaran kita menunjukkan kebenaran Allah, apakah yang akan kita katakan? Tidak adilkah Allah--aku berkata sebagai manusia--jika Ia menampakkan murka-Nya? Rom
3:6 Sekali-kali tidak! Andaikata demikian, bagaimanakah Allah dapat menghakimi dunia? Rom
3:7 Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa? Rom
3:8 Bukankah tidak benar fitnahan orang yang mengatakan, bahwa kita berkata: "Marilah kita berbuat yang jahat, supaya yang baik timbul dari padanya." Orang semacam itu sudah selayaknya mendapat hukuman. Rom
3:9 Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa,

Konteks ayat diatas, Paulus menunjukkan bahwa kita manusia adalah manusia-manusia pembohong, suka berdusta, dan itu menunjukkan bagaimana manusia itu adalah makhluk yang salah, dan Allah itu satu-satunya yang benar. Dan kita, tidak berhak merasa lebih dibanding yang lain.

Ayat tersebut, bukan perintah, bukan ajaran untuk melakukan dusta. Melainkan suatu pernyataan perendahan diri bahwa kita adalah makhluk berdusta. Dan dengan itu kebenaran Allah tampak nyatam dan kita tidak lebih baik dari orang lain sehingga kita tidak berhak menghakimi

Amor jawab :

hm.. lengkapnya?? apa nggak salah tuch? = anda menyampaikan sesuai fakta atau ada ayat yang anda hindari nich?

dengan senang hati kalau anda mau membahas secara lengkap surat paulus tersebut... = amor / marto siapa berdiskusi dengan siapapun...

apa menurut anda ayat 1-3 tidak ada kaitannya dengan ayat-ayat yang anda kutip??

untuk lebih jelas amor akan sampaikan ayat 1-3 agar lebih jelas pembahasannya..

3:1 Jika demikian, apakah kelebihan orang Yahudi dan apakah gunanya sunat?

3:2 Banyak sekali, dan di dalam segala hal. Pertama-tama: sebab kepada merekalah dipercayakan firman Allah.

3:3 Jadi bagaimana, jika di antara mereka ada yang tidak setia, dapatkah ketidaksetiaan itu membatalkan kesetiaan Allah?

pasal 3 yang dibuka dengan persoalan kelebih Yahudi dan tentang Sunat.. = soal Yahudi sudah ada penjelasan... dan mana penjelasan paulus tentang Sunat dipasal ini??

kita lihat ayat 4

Rom 3:4 Sekali-kali tidak! Sebaliknya: Allah adalah benar, dan semua manusia pembohong, seperti ada tertulis: "Supaya Engkau ternyata benar dalam segala firman-Mu, dan menang, jika Engkau dihakimi."

perhatikan pernyataan Paulus yang saya bold.... adakah pernyataan tersebut tertulis didalam alkitab = membuktikan apakah dalam hal ini Paulus berdusta atau tidak!

Wed Mar 19, 2008 11:18 am

Foxhound mengutip pertanyaan Amor kemudian Menjawan

Amor :

setidaknya ada kisa Abraham yang menyatakan Sara sebagai saudaranya bukan sebagai istrinya... apakah menurut anda tindakan Abraham ini menyalahi kebenaran?

Foxhound :

Tidak! Karena Sara, memang adik Abraham, satu ayah, lain ibu.

Wed Mar 19, 2008 11:18 am

amor

setidaknya ada kisa Abraham yang menyatakan Sara sebagai saudaranya bukan sebagai istrinya... apakah menurut anda tindakan Abraham ini menyalahi kebenaran?

foxhound

Tidak! Karena Sara, memang adik Abraham, satu ayah, lain ibu.

Amor jawab :

hm.. pernyataan Sara adik abraham satu ayah lain ibu.. itu pernyataan yang sesuai yang tercatat atau kebohongan yang untuk menutupi kebohongan?

lihat ayat-ayat ini...

11:26 Setelah Terah hidup tujuh puluh tahun, ia memperanakkan Abram, Nahor dan Haran.

11:27 Inilah keturunan Terah. Terah memperanakkan Abram, Nahor dan Haran, dan Haran memperanakkan Lot.

11:28 Ketika Terah, ayahnya, masih hidup, matilah Haran di negeri kelahirannya, di Ur-Kasdim.

11:29 Abram dan Nahor kedua-duanya kawin; nama isteri Abram ialah Sarai, dan nama isteri Nahor ialah Milka, anak Haran ayah Milka dan Yiska. 11:30 Sarai itu mandul, tidak mempunyai anak.

11:31 Lalu Terah membawa Abram, anaknya, serta cucunya, Lot, yaitu anak Haran, dan Sarai, menantunya, isteri Abram, anaknya; ia berangkat bersama-sama dengan mereka dari Ur-Kasdim untuk pergi ke tanah Kanaan, lalu sampailah mereka ke Haran, dan menetap di sana.

11:32 Umur Terah ada dua ratus lima tahun; lalu ia mati di Haran.

adakah tercatat kalau Sara anak dari Terah = satu ayah dengan Abraham?

kalau dalam hal ini anda dan para antek FFI lainnya yang gemar mempersoalkan soal Taqiya.. dan anda dalam hal ini mencoba membuat topik untuk memperbandingkan soal taqiya dengan ajaran Kristen...

sebaiknya anda mau melaksanakan sesuai saran / pesan anda kepada orang lain.... dan kita buktikan.. siapa yang lebih banyak melakukan kedustaan dan kebohongan disini...

setidaknya dalam perjanjian baru amor sudah membuat topik mulai dari pasal 1 tentang kejujuran pengarang Injil

bisa anda baca disini..

http://answering-ff.org/forum/viewtopic.php?t=1162

dan akan banyak lagi bagaimana tentang 'kejujuran' versi pengarang alkitab... baik perjanjian lama dan perjanjian baru...

= anda yang membuat topik ini.. semoga anda bisa mempertanggung jawabkan topik ini... untuk memperbandingkan antara Islam dan Kristen tentang hal ini... = jangan cari-cari alasan untuk melarikan diri dari soal ini :)

1 comments:

Anonim mengatakan...

Kej.20:12 Lagipula ia benar-benar saudaraku, anak ayahku, hanya bukan anak ibuku, tetapi kemudian ia menjadi isteriku.