Siapakah Muslim pertama kali?

Salah satu Topik yang sering dijadikan untuk menghujat islam adalah tuduhan adanya ayat ayat Al Qur'an yang bertentangan.

dan salah satu tuduhan tersebut adalah mengenai tentang Siapakah Muslim pertama.

berikut ini ayat ayat yang terkait dengan adanya pernyataan Muslim pertama.

1. (Qs.6:14,163) : Yang menjadi Muslim pertama kali adalah Muhammad. Hal ini bertentangan dengan:
2. (Qs.7:143) : Yang menjadi Muslim pertama kali adalah Musa.
3. (Qs.26:51) : Yang menjadi Muslim pertama kali adalah Beberapa orang Mesir.
4. (Qs.2:127-133) : Yang menjadi Muslim pertama kali adalah Ibrahim.
5. (Qs.3:67)) : Yang menjadi Muslim pertama kali adalah Ibrahim.
6. (Qs.42:51) : Yang menjadi Muslim pertama kali adalah Adam, yaitu manusia ciptaan pertama, yang menerima wahyu dari Allah Muslim.


7. (QS. 6 : 14). Katakanlah: “Apakah akan aku jadikan pelindung selain dari Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia memberi makan dan tidak diberi makan?” Katakanlah: “Sesungguhnya aku diperintah supaya aku menjadi orang yang pertama sekali menyerah diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang-orang musyrik.”

8. (QS. 6 : 14). tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”.

9. (QS. 7 : 143). Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: “Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau”. Tuhan berfirman: “Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku”. Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: “Maha Suci Engkau, aku bertobat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman”

10. (QS. 26 : 51). sesungguhnya kami (orang – orang Mesir) amat menginginkan bahwa Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, karena kami adalah orang-orang yang pertama-tama beriman”

11. (QS.2:127-133). Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (127). Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. (128). Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Qur’an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta menyucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (129). Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang shaleh. (130). Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: “Tunduk patuhlah!” Ibrahim menjawab: “Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam”. (131). Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”. (132). Adakah kamu hadir ketika Yakub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.” (133).

12. (QS..3 : 67). Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.”

13. (QS.42 : 51). Dan tidak ada bagi seorang manusia pun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau di belakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.

PENJELASAN AYAT OLEH IZZATAL ISLAM :

Melihat kepada ayat – ayat tersebut diatas maka ternyata Nabi Ibrahim dan Nabi Adam tidak pernah mengatakan sebagai orang pertama sekali Islam. Dengan demikian maka “pagi – pagi” kafir itu mulai berdusta.Ayat – ayat yang lain tersebut diatas oleh kafir dianggap bertentangan karena Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam mengatakan “Aku orang yang pertama sekali Islam”, Nabi Musa juga mengatakan “Aku orang yang pertama sekali Islam”, orang – orang Mesir mengatakan “Kami adalah orang yang pertama sekali Islam”, lalu sebenarnya siapa yang pertama sekali Islam? Menurut kafir ini adalah kontradiksi yang menjadi bukti bahwa Al-Quran bukan firman tuhan.Maka kita katakan bahwa ayat – ayat tersebut tidak kontradiksi, walaupun Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, Nabi Musa dan Orang – orang Mesir mengatakan perkataan yang sama, tetapi mereka tidak berkata dalam waktu yang sama untuk tempat dan daerah yang sama yang merupakan syarat kontradiksi, mereka mengatakan itu dalam kurun waktu yang berbeda dan pada tempat yang berbeda, maka itu artinya masing mereka adalah orang yang pertama sekali Islam untuk zamannya dan tempatnya masing – masing.Jadi, ketika Nabi Musa berkata “Aku orang yang pertama sekali Islam” itu untuk zamannya dan didaerahnya. Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam berkata “Aku orang yang pertama sekali Islam” itu juga untuk zamannya dan daerahnya yang tentu tidak sama dengan zaman Nabi Musa dan daerah Nabi Musa. Begitu juga dengan orang – orang Mesir.

sumber :IzzatalIslam.wordpress.com

dan dalam hal ini kami perlu juga memberikan tambahan bahwa ketika Muslim Sholat disunahkan membaca Doa Iftitah pada rakaat pertama, ada doa yang berharap menjadi orang yang pertama menjadi orang Muslim

yang doa tersebut juga dipraktekan oleh nabi Muhammad Saw,sebagaimana hadist ini :
Dari Ali bin Abi Thalib kemudian dari RAsulullah SAW: sesungguhnya jika memulai shalat beliau bertakbir kemusian membaca: "Wajjahtu waj-hiya lillaa-dzii fathoros-samaawaati wal-ardho haniifam-muslimaw- wamaa ana minal-musy-rikiin. Innash-sholaatii wanusukii wamah-yaaya wamamaatii lillaahi robbil'aalamiin. Laa syarikalahuu wabi-dzaalika umirtu wa ana awwalul-muslimiin. [minal-muslimiin*].Alloohumma ang-tal-maliku laa ilaaha illaa ang-ta, sub-haanaka wabihamdika ang-ta robbii, wa ana 'abduka zholamtu nafsi, wa'taroftu bi-dzam-bii fagh-firlii dzam-bii jamii'an innaahuu laa yagh-firudz-dzuunuba illaa ang-ta, wah-dinii li-ahsanil-akh-laaqi laa yahdii li-ahsanihaa illaa ang-ta, wash-rif'annii say-yi-ahaa laa yash-rifuu 'annii say-yi-ahaa illaa ang-ta labbaika wasa'daika, wal-khoiru kulluhu fii yadaika, wal-basyaru laisa ilaika, wal mah-diyyu man hadaita, ana bika wa ilaika, laa mang-jaa walaa mal-ja-aming-ka illaa ilaika tabaarok-ta wata'aalaita astagh-firuka wa-atuubu ilaik".

Artinya : "Kuhadapkan wajahku kepada Zat yang menciptakan langit dan bumi, dengan keadaan lurus dan berserah diri, dan tidaklah aku termasuk orang-orang yang msyrik. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku, kuserahkan kepada Allah Robb semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya, demikianlah yang diperintahkan kepadaku. Dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri [dari orang-orang yang berserah diri]. Ya Allah Engkau adalah Raja. Tidak ada Robb selain Engkau, Maha Suci Suci Engkau dan aku memujiMu. Engkau Robbku dan Aku hambaMu, aku telah menganiaya diriku sendiri dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah seluruh dosaku, karena tidak ada yang mengampuni dosa-dosa selain daripada Engkau. Tunjukkanlah aku kepada akhlak yang terbaik, karena tidak ada yang menunjukkan kepadanya selain daripada Engkau, dan jauhkanlah aku dari yang buruknya, karena tidak ada yang menjauhkannya daripadaku selain daripada Engkau. Kusambut panggilan Engkau dan kuikuti perintahMu. Seluruh kebaikan itu ada padaMu dan kejahatan itu tidak berasal dariMu, dan orang yang mendapatkan hidayah adalah orang yang Engkau beri hidayah. Aku denganMu dan kepadaMu. Tidak ada keselamatan dan perlindungan dariMu, kecuali kepadaMu. Wahai Robb kami bertambah-tambahlah keberkahaanMu dan bertambah-tambah pulalah keluhuranMu. Aku memohon ampun dan bertaubat kepadaMu.) HR Muslim Tirmidzi, Abu DAwud, Nasa'I, dan ahmad, diriwayat Muslim dikatakan bahwa RAsulullah membaca do'a ini di shalat malam."

jadi sangat jelas bahwa tuduhan mereka para Kufar tersebut hanyalah tuduhan yang hanya berdasarkan kebencian dan kedengkian serta keterbatasan pengetahuan merela