BUKTI-BUKTI KENABIAN NABI MUHAMMAD

oleh Sa'di Salafy Al-Asqary

Di Antara Tanda-Tanda Kenabian
Allah Ta’ala berfirman:
اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانشَقَّ الْقَمَرُ
“Hari kiamat telah dekat dan bulan telah terbelah.” (QS. Al-Qamar: 1)
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu dia berkata:
انْشَقَّ الْقَمَرُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِرْقَتَيْنِ فِرْقَةً فَوْقَ الْجَبَلِ وَفِرْقَةً دُونَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اشْهَدُوا
“Pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bulan pernah terbelah menjadi dua bagian. Sebagian berada di atas bukit dan sebagian lagi berada di bawahnya. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Saksikanlah!” (HR. Al-Bukhari no. 4486 dan Muslim no. 2800)

Menjawab Soal 'Kami' yang merujuk kepada Allah didalam ayat ayat Al Qur'an

Banyaknya Ayat Al Qur'an tentang Allah dengan menggunakan kata " KAMI" seringkali dipersoalkan oleh para misionaris maupun penghujat Islam.

Bagi penghujat Islam persoalan Kata Kami di banyak ayat Al Qur'an dituduh sebagai sebagai bukti adanya ayat ayat Al Qur'an yang bertentangan dengan ayat ayat Al Qur'an lainnya yang sangat jelas dan tegas bahwa Allah adalah Esa.

dan Bagi Misionaris adanya kata kami yang merujuk kepada Allah dijadikan pembenaran kalau ayat ayat Al Qur'an membenarkan konsep ketuhanan Trinitas.

tuduhan tuduhan tersebut hanya berdasarkan argumentasi yang sangat dangkal dalam memahami kata "KAMI",yang mereka simpulkan secara absolut bahwa kata kami merujuk kata ganti jamak.

Didalam kitab “Fatawa al Azhar” disebutkan bahwa sesungguhnya Al Qur’an al Karim diturunkan dari sisi Allah swt dengan bahasa arab yang merupakan bahasa Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wasallam dan diturunkan dengan tingkat balaghah dan kefasehan tertinggi.